Berantas Korupsi Lewat Seni, Kupang Jadi Kota Tujuan RoadShow Movie Day Satu Dekade Anti Corruption Film Festival

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 5 Juli 2024 | 22:39 WIB
Exclusive Interview Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Anti Korupsi KPK, Sineas Nasional dan Komunitas Film Kupang
Exclusive Interview Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Anti Korupsi KPK, Sineas Nasional dan Komunitas Film Kupang

NTTHits.com, Kupang - Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu kota tujuan dari 10 kota lainnya di Indonesia dalam Roadshow Movie Day Satu Dekade Anti Corruption Film Festival (ACFFest) atau festival film antikorupsi dengan tema "Berantas Korupsi Lewat Seni".

"Kota Kupang terpilih menjadi salah satu lokasi dari pelaksanaan ACFFest Movie Day ditahun 2024, satu dari 10 lokasi di Indonesia,"kata Kepala Satuan Tugas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Medio Venda, saat Exclusive Interview, Jumat, 5 Juli 2024.

Baca Juga: Setelah Bupati TTU, Menyusul Sopir Diperiksa Terkait Laporan Hemus Taolin. Jefry : Tidak Pernah Terima Uang Rp1 Miliar dan Siap Dikonfrontir

Menurut dia, roadshow ACFFest Movie Day di Kota Kupang dengan tema "Berantas Korupsi Lewat Seni", merupakan sebuah kompetisi film, dimana KPK menyelenggarakan proses edukasi bagi masyarakat secara luas terkait dengan nilai-nilai antikorupsi yang dilakukan melalui media film.  

Kota Kupang terpilih menjadi satu dari 10 kota di Indonesia, menurut Medio, karena terdapat banyak sekali komunitas perfilman atau sineas yang bisa dieksplore lebih banyak, dan diharapkan Kota Kupang dapat mewakili Indonesia Timur dalam kompetisi film tersebut.

Berdasar data kajian film Kemendikbudristek terdapat 13 Komunitas film yang secara aktif tiap tahun menghasilkan karya melalui festival film lokal Flobamora dan Bioskop Pesiar.

"Kita anggap bahwa kota Kupang merupakan salah satu daerah yang cukup maju untuk industri perfilman dan kita berharap bisa mewakili ide-ide segar dari wilayah Timur khusus ide bertema antikorupsi yang dibalut kearifan lokal,"tambah Medio.

Baca Juga: Ombudsman Sentil PSN, Tiga Bendungan Besar di NTT Tidak Bawa Manfaat Bagi Warga NTT

Sineas dan pendiri Komunitas Film Kupang, Manuel Alberto Maia mengatakan adanya ACFFest, bukan hanya terjadi eksplorasi visual, tapi juga menyentuh tentang kegelisahan dan kekhawatiran atas situasi perilaku koruptif yang dapat dituangkan melalui film.

"Dengan situasi perilaku koruptif saat ini, kita dapat tuangkan melalui film,"kata Alberto. 

Pemberantasan korupsi di Indonesia tidak hanya dapat dilakukan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) saja atau sebagai penindakan yang umum diketahui, namum pemberantasan korupsi KPK menjalankan 3 strategi pemberatasan korupsi yakni, strategi pendidikan, pencegahan dan penindakan. bibit - bibit potensi perilaku koruptif selalu tumbuh jika tidak masyarakat di edukasi secara baik masyarakat.

Edukasi bisa dilakukan melalui banyak cara, salah satunya memilih media film, karena dari film menjadi sebuah pendekatan yang sangat lunak untuk merubah paradigma dari masyarakat, tidak terkesan mengurui padahal sedang diberi pengetahuan.

Baca Juga: OJK Lanjutkan Upaya Hukum Terhadap Pemilik Kresna Group

Film-film yang diproduksi atau dihasilkan dari kompetisi festival film antikorupsi memiliki nilai nilai antikorupsi yang diajarkan kepada masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X