Teknokreasi Competition BI NTT, Kompetisi Teknologi, Inovasi dan Rencana Bisnis Bagi Gen Z Melalui Empat Bidang Usaha Primer di NTT

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Selasa, 2 Juli 2024 | 22:14 WIB
Malam Final Presentation Teknokreasi Competition BI NTT
Malam Final Presentation Teknokreasi Competition BI NTT

NTTHits.com, Kupang - Teknokreasi Competition Bank Indonesia (BI) 2024, kompetisi teknologi, inovasi dan rencana bisnis bagi Gen Z mengangkat empat bidang usaha primer di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kompetisi ini berawal dari keinginan mengumpulkan ide ide kreatif dari generasi muda NTT dalam mengembangkan dan mengakselerasi potensi alam NTT, khususnya empat bidang utama yaitu pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan melalui pemanfaatan teknologi,"kata Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia NTT, Agus Sistyo Widjajati, Selasa, 2 Juni 2024.

Menurut dia, NTT merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, terutama dalam sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan. Sebagaimana tergambar dari data Badan Pusat Statistik per Februari 2023, pertumbuhan ekonomi NTT didorong terutama oleh sektor pertanian, yang menyumbang sebesar 28persen terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi ini.

Baca Juga: BI NTT Umumkan Para Juara Teknokreasi Competiton 2024, Dorong Pemanfaatan Potensi Komoditas

Potensi besar ini belum sepenuhnya dioptimalkan, terdapat hambatan-hambatan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah rendahnya pemanfaatan teknologi dalam pengembangan bisnis, terutama oleh petani milenial di NTT.

Data menunjukkan bahwa hanya 23persen petani milenial di NTT yang menggunakan teknologi dalam kegiatan pertanian mereka. Dengan tantangan seperti itu, Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur menginisiasi kegiatan lomba ide bisnis dengan nama "Teknokreasi Competition".

Dengan tema utama “Kreasi Pengolahan Sumber Daya Alam melalui Pemanfaatan Teknologi” dan empat sub-tema yakni Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Perkebunan, diharapkan lomba ini dapat mendorong para peserta untuk menghasilkan ide-ide bisnis yang dapat mengatasi tantangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di NTT dengan menggunakan kemudahan teknologi.

Baca Juga: Tim Tabur Kejati NTT Amankan DPO Laka Lantas di Kabupaten Kupang

Adapun sub tema yang diangkat Pertanian, pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi di NTT. Menurut data Kementerian Pertanian, NTT memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dengan luas lahan pertanian mencapai 1,8 juta hektar, namun, hanya sekitar 40persen dari lahan tersebut yang dimanfaatkan secara optimal.

Tantangan seperti kondisi lahan yang tidak merata, kurangnya akses terhadap teknologi, dan perubahan iklim menuntut inovasi dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Dalam sub-tema ini, peserta diharapkan dapat mengusulkan ide bisnis berbasis teknologi yang dapat meningkatkan hasil pertanian, memperbaiki manajemen sumber daya alam, dan meningkatkan nilai jual produk hasil pertanian.

Sektor Perikanan,  NTT memiliki lebih dari 540 jenis ikan laut yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Dalam sub-tema ini, peserta diharapkan mengusulkan ide-ide yang dapat memperbaiki praktik perikanan yang berkelanjutan, meningkatkan manajemen sumber daya perikanan, dan meningkatkan nilai tambah produk perikanan lokal melalui pemanfaatan teknologi.

Baca Juga: Jaksa Geledah SMKN 1 Larantuka Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS TA 2022

Sektor peternakan, NTT merupakan salah satu provinsi dengan potensi peternakan yang cukup baik di Indonesia. Namun, kurangnya infrastruktur, penyakit hewan, dan kurangnya akses pasar yang luas menjadi kendala dalam pengembangan sektor ini. Dalam sub-tema ini, peserta diharapkan dapat mengusulkan ide-ide inovatif dalam pemeliharaan ternak, manajemen sumber daya ternak dan pemasaran produk peternakan dengan menggunakan teknologi.

Perkebunan, terutama komoditas seperti kelapa, kopi, dan coklat merupakan komoditas perkebunan yang pada tahun 2023 memiliki luas tanam terbesar di NTT. Namun, di sisi lain perkebunan juga dihadapkan pada masalah seperti pengelolaan lahan yang tidak optimal, kurangnya pengetahuan teknis, dan kurangnya akses pasar yang luas. Dalam sub-tema ini, peserta diharapkan dapat mengusulkan solusi inovatif dalam pengelolaan lahan, peningkatan kualitas produk, dan ekspansi pasar bagi produk perkebunan NTT dengan menggunakan teknologi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X