Jumlah Populasi HPR di NTT Capai 485.947 Ekor

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Minggu, 23 Juni 2024 | 13:00 WIB
ilustrasi HPR
ilustrasi HPR

NTTHits.com, Kupang -  Jumlah populasi Hewan Penular Rabies (HPR) di 22 Kota/Kabupaten se Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat mencapai jumlah sebanyak 485.947 ekor.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kepala BNPB serta beberapa pejabat terkait diantaranya Inspektorat Utama, Deputi Penanganan Darurat, Direktur Logistik dan Peralatan serta Tenaga Ahli BNPB. bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT yang dihadiri oleh Pj Gubernur NTT Ayodhia G.L Kalake beserta jajaran Forkopimda, Kamis, 20 Juni 2024.

Baca Juga: BNPB Targetkan NTT Bebas Rabies Desember 2024

 

Berdasarkan data yang diterima BNPB, tercatat bahwa jumlah realisasi vaksinasi rabies di NTT sebanyak 312.527 dosis dengan jumlah populasi hewan penular rabies sebanyak 485.947 ekor. Berdasar hal tersebut, perlu adanya atensi khusus dan percepatan vaksinasi di masing masing kabupaten/kota untuk mencapai Herd Immunity 70persen dari populasi HPR.

Dalam arahannya, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa target ini harus dicapai dengan sinergitas antar instansi yang intens dan strategis untuk dapat mewujudkan Nusa Tenggara Timur yang bebas rabies, BNPB akan secara penuh mendukung segala upaya yang dilakukan lintas instansi.

Baca Juga: Ini Delapan Kabupaten di NTT Dengan Tingkat Kasus Rabies Tertinggi

Suharyanto juga memberikan arahan mengenai strategi penanganan rabies pada hewan yaitu dengan percepatan vaksinasi dengan dikawal tim siaga rabies, Surveilans kasus rabies pada hewan penular rabies berdasarkan pedoman dan aturan surveilans oleh Kementrian Pertanian, Pendataan, Sosialisasi mencakup Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan Monitoring Hewan Penular Rabies (HPR).

Terdapat perbedaan siginifikan antara tahun 2023 dengan tahun 2024, dimana terjadi penurunan kasus warga yang terinfeksi pada 22 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X