Ini Delapan Kabupaten di NTT Dengan Tingkat Kasus Rabies Tertinggi

photo author
- Minggu, 23 Juni 2024 | 12:19 WIB
BNPB Serahkan Dana Siap Pakai guna Penanganan Kasus Rabies di 8 Kabupaten di NTT
BNPB Serahkan Dana Siap Pakai guna Penanganan Kasus Rabies di 8 Kabupaten di NTT

NTTHits.com, Kupang - Delapan Kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan wilayah dengan tingkat kasus gigitan rabies tertinggi, yakni, Kabupaten Belu, Sikka, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat, Ende, Ngada, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Hal tersebut disampaikan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kupang sekaligus memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies yang yang terjadi di NTT, Kamis, 20 Juni 2024 lalu di kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Koordinator KOMPAK Indonesia Desak Menhub RI Copot Kepala KUPP Kelas III Wonreli, Dugaan KKN dan Mal Admnistrasi Perizinan PBM

"Untuk kasus gigitan rabies ini tingkat kesembuhan nya adalah 0 yang artinya tidak bisa sembuh dan fatalitasnya sangat tinggi, hal ini merupakan hal sangat serius untuk kita semua agar bisa lebih waspada terhadap hewan yang terinfeksi oleh rabies,"kata Kepala BNPB, Letjen Suharyanto. 

Adapun data tertanggal 18 Juni 2024, kasus gigitan rabies yang terjadi di NTT mencatat sebanyak 47 kematian akibat gigitan rabies dengan jumlah kasus gigitan mencapai 13,361 kasus per tahun.

Baca Juga: Dugaan Mal Administrasi dan KKN Urusan Perizinan PBM, Kepala KUPP Kelas III Wonreli Dilaporkan ke Menhub RI

Dalam rakor tersebut, BNPB diamanatkan untuk ikut mengatasi kejadian bencana non alam yaitu rabies karena BNPB mempunyai pengalaman dalam menangani pandemi covid-19 dan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi. sekaligus  ikut membantu dalam proses penanganan darurat kejadian luar biasa rabies ini dengan memberikan bantuan anggaran untuk operasional penanganan rabies yang salah satunya adalah percepatan vaksinasi yang intensif terhadap hewan yang terinfeksi oleh rabies di delapan kabupaten sebagai daerah dengan tingkat kasus gigitan rabies tertinggi.

Baca Juga: Diduga Kepala KUPP Wonreli Kangkangi Aturan, Keluarkan Ijin Muat Pyrit di WBJ. Direktur PT. ASA Akan Buat Pengaduan

"Meski perbedaan kasus gigitan yang terjadi di tahun 2023 dan tahun 2024 telah terjadi penurunan jumlahnya, kita jangan sampai lengah dan tetap waspada dengan fenomena ini agar tidak ada lagi korban jiwa yang jatuh karena rabies akibat gigitan hewan"tambah  Suharyanto.

Rakor BNPB di Kota Kupang turut dihadiri Inspektorat Utama, Deputi Penanganan Darurat, Direktur Logistik dan Peralatan serta Tenaga Ahli BNPB, Pj Gubernur NTT, Ayodhia G.L Kalake beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X