NTTHits.com, Sumatera Barat - Daftar korban jiwa pasca bencana banjir lahar di Sumatra Barat sebanyak 62 orang korban meninggal dunia dan 10 orang dinyatakan hilang.
Data tersebut berdasarkan catatan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis, 23 Mei 2024 pukul 00.01 WIB.
Baca Juga: KADIN NTT Award 2024, Bentuk Apresiasi dan Penghargaan Bagi 60 Sosok Pembangunan Ekonomi
Tim penanganan darurat bencana banjir lahar hujan Sumatra Barat dalam menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo setelah melakukan tinjauan ke lokasi terdampak di Kabupaten Agam, sehari sebelumnya melaksanakan rapat lanjut yang dipimpin oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Fajar Setyawan.
Adapun hasil rapat tersebut terdapat empat hal urgent yang perlu segera dilaksanakan sebagai langkah mitigasi untuk antisipasi risiko potensi bencana serupa di kemudian hari.
Baca Juga: Wisata Belajar, 51 Siswa SMP Negeri 4 Kunjungi SMK Pelayaran Kupang
Empat hal tersebut antara lain, peledakan batu-batu besar material Gunungapi Marapi peledakan batuan material Gunungapi Marapi diperlukan agar jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di hulu, material batuan ini tidak menyumbat alur aliran air.
Normalisasi daerah aliran sungai, pembangunan Sabo Dam, dan penguatan Early Warning System.
Sementara itu, terkait pembangunan Sabo Dam, Presiden Joko Widodo menginstruksikan pembangunan sebanyak 56 sabo dam di beberapa wilayah sungai yang berhulu ke Gunungapi Marapi.
Kementerian PUPR merencanakan akan memulai pembangunan Sabo Dam sebanyak delapan unit pada tahun 2024 ini. Pada tahun 2025 akan dilanjutkan pembangunan sabo dam sebanyak 34 unit dan tahun 2026 sebanyak 14 unit. (*)