Program ini relevan dengan masyarakat Sikka yang sebagian besar adalah petani. Hasilnya sangat signifikan. Ratusan ton tomat telah dipanen dan mereka mendapat keuntungan ratusan juta. Sehingga mereka bisa membayar lahan sewaan, membeli lahan sendiri, membiaya pendidikan adik-adik, menabung serta modal usaha selanjutnya.
"Program ini tentu saja berdampak luas, tidak hanya untuk para pemuda dan keluarga mereka, tapi juga masyarakat sekitar dan menginspirasi orang muda lainnya,"tambah Rafael.
Sementara itu, ChildFund International di Indonesia dan Sumba Integrated Development (SID) telah mendukung pukuhan ribu anak dan keluarga di Sumba Timur dan Sumba Barat Daya.
Baca Juga: Dukung Program Langit Biru, 71 SPBU se- NTT Tidak Jual Pertalite di Hari Minggu
Di antara banyak inisiatif yang diimplementasikan, program PAUD menjadi unggulan. Dari 2010 sampai dengan 2024, SID telah memfasilitasi pembentukan dan mendampingi 45 PAUD yang memberi manfaat kepada 25.591 anak di kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat Daya.
"Kami juga mengimplementasikan program PAUD Ramah Anak yang telah direplikasi di 250 PAU oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur,” ujar Project Coordinator SID, Anto Killa
Masih berkaitan dengan pengembangan anak usia 0 – 5 tahun, SID juga mengembangkan kegiatan pengasuhan responsif dengan memfasilitasi 28 kelompok pengasuhan yang telah diakses oleh 7.276 orang tua.
Capaian lainnya adalah program Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan (PKHLK) yang dintegrasikan di 25 SD dan 12 SMP serta komunitas anak yang diberi nama Rumah Kreatif Anak Sabana (RKAS).
Baca Juga: Langkah NasDem Sejalan dengan Visi Misi Frans Aba
Sejak tahun 2010 hingga 2024, sebanyak 4.215 anak di kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat Daya telah mengakses kegiatan PKHLK. Selain itu SID juga telah memberikan pengembangan kapasitas tentang PKHLK, disiplin positif, STEAM (science, technology, art, enginering, match), dan sekolah ramah anak bagi 502 tenaga pendidik dan fasilitator.
Unit-unit kegiatan PKHLK mendorong anak-anak untuk berlatih menabung hingga salah satu sekolah membangun kerjasama dengan lembaga jasa keuangan untuk kegiatan menabung. SID dan ChildFund International di Indonesia juga mulai memperkenalkan pendidikan digital kepada anak-anak di daerah pedesaan melalui kerja sama dengan lembaga Kejar Cita.
Anak dibimbing untuk belajar melalui aplikasi online dengan metode pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami.
Baca Juga: Ketua Demokrat Belu Daftar Balon Bupati Pilkada 2024 di Partai Gerindra
Country Director ChildFund International di Indonesia, Husnul Ma’ad, menjelaskan bahwa upaya organisasinya berpusat pada menghubungkan anak-anak dengan komunitas, institusi, dan sumber daya untuk memastikan mereka tumbuh dengan sehat, terdidik, terampil, dan yang terpenting aman, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun di ranah daring.