NTTHits.com, Kupang - Para pekerja pers di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) diharapkan mampu melahirkan karya - karya jurnalistik yang tetap objektif, independen dan kristis.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) NTT, Frederik Koenunu saat menghadiri Diskusi Publik bertajuk "Peran Pers Menjaga Netralitas Pemilu 2024 di NTT" yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-78.
Baca Juga: Capai 83, 9persen, KPP Pratama Kupang Ingatkan Wajib Pajak Lakukan Pemadanan NIK dan NPWP
"Untuk dapat menjalankan perannya, pers diharapkan tetap independen, objektif dan kritis," kata Frederik Koenunu, Selasa, 6 Pebruari 2024.
Menurut dia, pers sebagai pilar keempat dalam demokrasi memiliki peran strategis karena pers tidak hanya memberikan informasi dan hiburan, tapi terutama untuk mengawal jalannya proses pemerintahan dan pembangunan serta menjadi corong aspirasi masyarakat.
Pers yang mandiri diharapkan dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak, bukan hanya kepentingan kelompok tertentu, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat, berita dan konten-konten yang dikategorikan hoax dapat dianggap sebagai kebenaran serta berpotensi mengganggu stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Dalam situasi seperti ini, pers diharapkan dapat menampilkan jati dirinya sebagai pembawa informasi yang faktual, objektif serta netral atau bebas dari kepentingan kelompok tertentu,"tambah Frederik.
Baca Juga: KPP Pratama Kupang Buka Layanan Tambahan Khusus Bagi WP Lapor SPT Tahunan
Pers juga diharapkan untuk dapat menjalankan perannya dalam memberikan pendidikan politik yang mencerahkan dan mendorong partisipasi masyarakat secara optimal dalam pemilihan umum sekaligus dapat bersikap lebih bijak dan arif dalam menyikapi masalah-masalah sosial, politik, kemasyarakatan di tanah air dalam situasi menjelang pemilihan umum mendatang.
Dalam diskusi publik tersebut menghadirkan empat narasumber yakni komisioner KPU NTT, Yosafat Koli, komisioner Bawaslu NTT, Amdun Darnan, Ketua PWI NTT, Hilarius F Jahang dan Pengamat Komunikasi Undana, Abner Raya.
Turut hadir dalam undangan diskusi publik yakni asisten 3 Kota Kupang, Yanuar Dally, Bank Indonesia perwakilan NTT, Ferry C Ndolu, Pemred Pos Kupang, Pemred VN, Kabiro Antara NTT, Ketua IJTI NTT, Ketua SMSI NTT, Ketua JMSI NTT, dan sejumlah media seperti TVRI Kupang, RRI Kupang, Antara Kupang, Pos Kupang, Victory News, SCTV, Radio Suara Kasih, PC. PMII cabang Kupang, Unwira Kupang, OSIS SMA Negeri 2 Kupang, OSIS SMA Negeri 3 Kupang, OSIS SMAK Giovanni Kupang dan OSIS SMA Mercusuar Kupang. (*)