NTTHits.com, Kupang - Puluhan jurnalis di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat edukasi pengetahuan kebencanaan dalam kegiatan Technical Workshop on Disaster Management for Disaster Resilient Jounalist yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT dan Swiss Agency for Development and Coorporation (SDC).
"Workshop ini menghadirkan jurnalis guna meningkatkan pengetahuan sekaligus meningkatkan kompetensi jurnalis dan reportase dalam informasi bencana,"kata Kepala Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dody Yuleova, saat membuka kegiatan, Selasa, 7 November 2023.
Baca Juga: KPUD Timor Tengah Utara Tetapkan Daftar Calon Tetap, 449 Caleg Akan Perebutkan 30 Kursi DPR
Program Manager Swiss Agency for Development and Coorporation (SDC), Constance Jailet, mengatakan, pelatihan dan edukasi bagi jurnalis lokal tentang kebencanaan menjadi kesempatan baik untuk melatih kemampuan dan pemahaman serta berbagi pengetahuan dan informasi agar para jurnalis juga mampu membawa hal baik bagi lingkungan, masyarakat dan diri sendiri.
"Kegiatanpelatihan kebencanaan bagi jurnalis lokal agar paham dan mengetahui, saling membagi informasi agar menjadi sarana bagi masyarakat luas, bagaimana menyelamatkan diri sendiri dan lingkungan,"kata Contance.
Baca Juga: Kerugian Negara Perkara Korupsi Dana Bencana di BPBD Timor Tengah Utara Meningkat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan, peran jurnalis sangat penting dalam upaya penanggulangan bencana, menjadi hubungan pentahelix bersama pemerintah, akademisi, dunia usaha dan masyarakat.
"Peran media ini dalam upaya penanggulangan bencana sangat penting, menjadi hubungan pentahelix,"kata Ambrosius.
Peran penting media bukan hanya saja pada saat terjadi kedaruratan atau tanggap darurat tapi berperan dalam keseluruhan manajemen penanggulangan bencana yang dikenal dari fase pencegahan kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pasca bencana.
Difase kesiapsiagaan, jurnalis dapat membantu pemerintah dalam hal mengedukasi dan menginformasi penting atau melanjutkan informasi peringatan dini dari dinas dan lembaga teknis terkait kebencanaan bagi khayalak atau masyarakat.
Fase tanggap darurat dan pasca bencana, jurnalis mampu memberi kepastian informasi, karena kekuatan informasi menekan rasa takut dan kekhawatiran masyarakat secara luas. (*)