Pesta Raya Flobamoratas Wadah Narasi dan Kampanye Aksi Iklim Dari NTT Untuk Indonesia

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 3 November 2023 | 20:05 WIB
Pesta Rakyat Flobamoratas (PRF) di Kupang
Pesta Rakyat Flobamoratas (PRF) di Kupang

NTTHits.com, Kupang - Festival Pesta Rakyat Flobamoratas (PRF) 2023 yang setiap tahun diselenggarakan membawa pesan utama semangat Flobamoratas tanpa batas dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang diselenggarakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi wadah narasi dan kampanye aksi iklim selalu bergaung dari NTT untuk Indonesia bahkan global.

"Pesan kunci dari PRF 2023 adalah semangat Flobamoratas tanpa batas dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,"kata Country Engagement Manager -Amplifying Voice for Just Climate Action of Hivos, Arti Indallah Tjakranegara, saat pembukaan festival PRF di Kupang, Jumat 3 November 2023.

Baca Juga: Mohon Dukungan Masyarakat, Paul Amalo dan Lidya Tuthaes Bangga Wakili NTT di Mister dan Miss Unity 2023

Menurut dia, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Hivos) Indonesia membangun aliansi Voice for Just Climate Action (VCA) yang fokus pada pembelajaran bersama, dialog kebijakan dan amplifikasi suara masyarakat sipil untuk memperluas diskursus aksi iklim solutif di tingkat lokal dan nasional.

"Harapannya, pembelajaran, dialog dan cerita dapat terdokumentasi, diadopsi atau direplikasi di berbagai wilayah Indonesia,"tambah Arti.

Ketua Umum Panitia PRF 2023, Ridwan Arif, mengatakan, mewujudkan tujuan dari VCA Indonesia dalam mendekatkan isu perubahan iklim pada masyarakat  luas, maka sejak tahun 2022 telah diinisiasi program yang berbentuk pesta rakyat.

Baca Juga: Edisi Perdana, NTT Kirim Duta ke Kontes Mister dan Miss Indonesia 2023

Program tersebut diberi nama Pesta Rakyat Flobamorata yang merupakan akronim dari Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote, Lembata dan Sabu yang merupakan nama pulau di NTT.

"Festival PRF ini direncanakan dan diselenggarakan setiap tahun supaya narasi dan kampanye aksi iklim selalu bergaung dari NTT untuk Indonesia bahkan global,"kata Ridwan.

Di PRF 2023, Yayasan Hivos mengumpulkan berbagai pihak diantaranya, komunitas, lokal champion, Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM) bersama merayakan aksi yang telah dilakukan di tahun - tahun sebelumnya, sekaligus membangun jejaring, dengan mengusung konsep seperti konser musik, menjadi pendekatan sesuai kearifan lokal masyarakat NTT yang suka musik, namun membawa dan menyisipkan pesan aksi perubahan iklim bagi masyarakat lebih luas. 

Baca Juga: AJI Indonesia, Isu Laut Dalam Krisis Iklim Kurang Diminati Jurnalis Padahal Penghasil Oksigen Terbesar

Perhelatan Festival PRF 2023 juga berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini menjadi rangkaian kegiatan yang dilabeli "Bakudukung PRF 2023" tersebar di 10 lokasi yakni kabupaten Alor, Kota Kupang, Sabu, Waingapu, Lembata, Flores dan kabupaten Sumba dengan melibatkan komunitas lokal dengan agenda nonton bareng, goes to School dan juga Kampanye iklim melibatkan 500peserta.

Di Kota Kupang sebagai lokasi kegiatan utama, berlangsung selama dua hari yakni Jumat, 3-4 November 2023 dengan beragam acara diantaranya, di hari pertama Festival PRF 2023 mengelar lomba mengambar bagi anak Sekolah Dasar (SD) se kota Kupang, pameran yang berisikan pangan lokal, UMKM, cerita -cerita Komunitas, juga melibatkan teman-teman koalisi yang tergabung dengan VCA yakni ADAPTASI, Koalisi Sipil, Koalisi Kopi dan Koalisi Pangan Baik, dengan melakukan berbagai kegiatan yakni nonton bareng, standup comedy, podcast dan panggung utama menghadirkan musisi lokal NTT.

Baca Juga: Konsorsium C4Ledger-AJI Kupang Gelar Diskusi Tematik Krisis Iklim

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X