NTTHits.com, Jakarta - Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mengukir prestasi dengan menjadi juara 1 Lomba Cerdas Cermat Remaja (CCR) di even Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Nasional III di Jakarta, 31 Oktober 2023.
“Kita apresiasi dan bangga anak-anak kita tampil bagus dan gemilang. Ini jadi contoh buah dari sebuah proses dan persiapan yang matang,” kata Ketua Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) NTT, Frans Salem.
Baca Juga: 13 Petinju NTT Kantongi Tiket PON Aceh-Sumut 2024
Pelatih tim cerdas cermat remaja Khatolik. RD. Zebedeus Nahas, mengatakan apa yang dicapai merupakan bukti bahwa anak-anak NTT juga bisa hebat dan unggul kalau dibimbing dengan sungguh, tertib dan ada kemauan untuk sukses.
“Jadi anak-anak kita memang hebat karena mau berlatih dengan sungguh dan mengikuti semua arahan,"kata RD. Zebedeus Nahas.
Baca Juga: Kota Kupang Bakal Terapkan Pendidikan Lingkungan Ala Jepang di Sekolah - Sekolah
Menurut dia. para peserta tampil meyakinkan dibabak final berhasil menjawab dengan benar 10 pertanyaan wajib dengan skor 1000 dan menguasai 6 soal di babak rebutan dengan skor 600 saat berhadapan dengan peserta dari Provinsi Sumatera Selatan, Sulawesi Utara dan Maluku.
NTT berhasil keluar dengan total skor 1.600, disusul Sumatera Selatan 1.100, Sulawesi Utara 1000 dan Maluku 900.
Baca Juga: Tumbuh 8,5 Persen, Indosat Bukukan Pendapatan Rp.37,4 Triliun Terhitung Januari-September 2023
Menariknya pada semifinal CCR anak dan remaja juga disakikan langsung Yang Mulia Uskup Agung Kupang Mgr.Petrus Turang, Ketua dan Pengurus LP3KD NTT, Ketua LP3KD Kota Kupang Hermanus Man.
Yustina, salah satu peserta cerdas cermat remaja asal NTT mengaku, sangat bangga bisa tampil luar biasa dan menjadi juara karena proses belajar dan latihan yang matang. keberhasilan itu juga merupakan kerjasama tim yang kompak dan brilian.
Baca Juga: Kontingen Kota Kupang Ikut Lomba Swayamvara Tripitaka Gatha XI Tingkat Nasional di Magelang
"Sangat bangga bisa tampil luar biasa dan menjadi juara karena proses belajar dan latihan yang matang, keberhasilan ini juga menjadi kerja tim yang kompak dan brilian,"kata Yustina.