Tingkatkan Kohesi Sosial Antar Pengungsi dan Warga Lokal, IOM Luncurkan Web Series Lima Episode

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Sabtu, 30 September 2023 | 19:40 WIB
Peluncuran Webseries 2023 IOM
Peluncuran Webseries 2023 IOM

NTTHits.com, Jakarta – Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) hari ini meluncurkan serial web baru yang bertujuan untuk meingkatkan pemahaman terhadap isu-isu umum yang dihadapi para pengungsi dan pencari suaka yang berada di Indonesia guna mendorong kohesi sosial.

"Melalui web series ini, kami berharap masyarakat lokal dapat hidup berdampingan dan membantu para pengungsi dan pencari suaka selama berada di Indonesia," kata Senior Koordinator Program IOM, Josh Hart,saat peluncuran via live youtube, Sabtu, 30 September 2023.

Baca Juga: AJI Kupang - GMT Institute Kolaborasi Beri Pelatihan Jurnalistik Bagi Puluhan Mahasiswa

Terdiri dari lima episode, serial web ini terinspirasi dari pengalaman nyata para pengungsi dan pencari suaka yang telah mencari perlindungan di berbagai wilayah di Indonesia selama hampir satu dekade.

Semua episode dari serial web ini yakni "Burn the Past", "The New Horizon", "Trial of Happiness", Space Between Us", dan "Pursuit of Knowledge" - mengeksplorasi kisah-kisah kehidupan para karakter utama saat mereka berinteraksi dan hidup berdampingan dengan masyarakat di sekitar mereka.

Narasi-narasi yang menarik ini bertujuan untuk memperkuat kohesi sosial atau kemampuan suatu kelompok untuk menyatu,  antara para pengungsi, pencari suaka, dan masyarakat lokal Indonesia. Serial ini diproduksi di empat kota yakni, Jakarta, Medan, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Surabaya.

Baca Juga: Dituding Syirik saat Ziarah ke Makam Gus Dur, Gus Ipul Bela Erick Thohir

"Meskipun Indonesia bukan penandatangan Konvensi Pengungsi 1951, kemurahan hati dan kemauan masyarakat Indonesia untuk menerima para pengungsi selama mereka menunggu solusi jangka panjang dapat dijadikan contoh yang baik di tingkat regional."tambah Josh

Peluncuran web series dilakukan secara online dan diikuti dengan diskusi film yang menampilkan para aktor pengungsi dan non-pengungsi, sutradara film, dan para ahli IOM yang akan berbagi tentang pengalaman mereka bekerja dengan para pengungsi dan anggota masyarakat lokal dalam meningkatkan kohesi sosial.

Mereka juga akan berbicara mengenai dampak psikologis dari penantian yang berlarut-larut sembari mencari solusi jangka panjang bagi para pengungsi. 

Baca Juga: Isu Sosial Kelompok Marginal Jadi Fokus Temu Ilmiah Nasional Ikatan Psikologi Sosial di Kupang

IOM Indonesia saat ini membantu lebih dari 6.800 pengungsi dari luar negeri di Indonesia. IOM memberikan bantuan kepada pengungsi sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri, termasuk di dalamnya tempat tinggal, bantuan tunai bulanan, asuransi kesehatan, dukungan psikososial, akses pendidikan, kohesi sosial, dan manajemen kasus yang ditargetkan.

Bantuan pengungsi yang diberikan IOM mendukung implementasi Global Compact for Refugees, yang bertujuan untuk meringankan tekanan terhadap negara penerima, meningkatkan kemandirian pengungsi dan mendukung kondisi di negara asal agar para pengungsi dapat kembali ke negara asal dengan aman dan bermartabat. 

Baca Juga: Keluarga Korban Penyerangan di Oesapa Kupang Gelar Aksi Seribu Lilin

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X