hukrim

Simak Kronologi Oknum Kepsek di TTU Nyaris Perkosa Ibu Guru. Dianiaya, Pakaian Dinas Dirabik, Diancam Dibunuh, Siswa Dikunci Dalam Kelas

Senin, 20 Mei 2024 | 18:09 WIB
Pakaian dinas korban kekerasan seksual yang ditarik hingga terlepas beberapa kancing (Jude Lorenzo Taolin)

NTTHits.com, Kefamenanu - Delfrianus Soko Banae,  Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri Buta', Desa Ainiut Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) telah dilaporkan korban dugaan tindak kekerasan seksual, EL ke Mapolres TTU pada Selasa, 14 Mei 2024.

EL merupakan guru yang mengabdi pada sekolah yang dikepalai Delfrianus.

Tindak kekerasan seksual yang menimpa EL pun, diduga sudah direncanakan sebelumnya oleh sang Kepsek.

Baca Juga: Diserang Virus ASF, Puluhan Ternak Babi Mati di Kabupaten Timor Tengah Utara

Berikut kronologi lengkap tindak kekerasan seksual yang dikisahkan korban, EL.

Pada Selasa, 14 Mei 2024 korban tiba di sekolah sekitar jam 08.00 wita.
Kantor yang biasanya tidak tertutup hari itu  terkunci rapat.  Beberapa kelas juga terkunci tapi tidak ada guru yang mengajar, para siswa yang berada dalam ruang kelas I, II, III, IV  dikunci dari luar oleh sang Kepsek. Sementara masing - masing wali kelas sedang berada di Gugus memeriksa hasil ujian siswa kelas VI.

"Yang terbuka hanya ruang kelas V, tetapi di sana ada siswa kelas IV mengikuti pembinaan  Sambut Baru dengan dibimbing seorang guru", kata korban.

Korban menyimpan tas di tangga depan salah satu ruangan dan langsung ke kamar mandi. Pulang dari kamar mandi, korban melihat ruangan kelas I tertutup tapi tidak dikunci, sehingga korban masuk ke sana.

"Di dalam kelas, saya langsung mengambil buku dan menyusun soal ujian, sekitar pukul 10.00 wita, pak Kepala Sekolah masuk.
Dari arah pintu dia langsung bicara minta lembaran siswa kelas VI, katanya mau diantar ke Gugus. Saya mengambil lembaran yang diminta dari dalam tas, kemudian diserahkan ke bapak Kepsek. Setelah terima, dia tidak keluar tapi tetap berdiri di depan saya meminta HP", ungkap korban.

Baca Juga: RUU Penyiaran Hambat Pemberantasan Korupsi dan Ancam Demokrasi, DPR dan Presiden Harus Hentikan Pembahasannya Segera

"Ibu tolong kasih HP dulu", kata Kepsek ditirukan korban.

Korban menjawab jika HP nya tidak ada. Pelaku  menyambar kembali dengan nada memaksa meminta HP diikuti ancaman akan membunuh korban.

"Hei ibu, saya bilang tolong kasih HP dulu, kalau tidak kasih saya pergi ambil pisau dan saya bunuh kasih mati lu", sambung Kepsek ditirukan EL sembari tetap menolak memberikan HP.

Pelaku pun langsung berbalik ke pintu hendak keluar dari kelas. Namun tiba - tiba dia kembali ke korban dan meminta HP dengan alasan mau sambung Hotspot.

Halaman:

Tags

Terkini