Kota Kupang Deflasi 0,79 Persen, Tertinggi se- Indonesia

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Senin, 5 Juni 2023 | 14:25 WIB
Jumpa Pers BPS NTT
Jumpa Pers BPS NTT

NTTHits.com, Kupang – Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami deflasi atau penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) tertinggi se-Indonesia, yakni sebesar 0,79 secara month to month (MtM).

“Untuk kota Kupang, deflasi terjadi sebesar 0,79 persen atau tertinggi se-Indonesia,”kata  Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Demarce. M. Sabuna, Senin, 05 Juni 2023.

Baca Juga: Masa Penahanan Selesai, Terdakwa Alfred Baun Bebas Demi Hukum

Deflasi tertinggi khusus Kota Kupang,  dipengaruhi oleh beberapa komuditas yang  turut memberi kontribusi yakni angkutan udara sebesar  -0,84 persen, jenis - jenis bahan makanan seperti  tomat -0,16persen dan cabai rawit -0,06persen.

Sedangkan secara keseluruhan, NTT dari gabungan tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yakni Kupang, Maumere dan Waingapu,  mengalami deflasi  sebesar 0,64persen. Kondisi Deflasi juga terjadi di bulan sebelumnya yakni April 2023 yakni sebesar 0,05persen (MtM).

Baca Juga: Harper Hotel Hadir di Kota Kupang, Hunian Bernuansa Luxury, Modern dan Rustic

“Kondisi deflasi terjadi selama dua bulan berturut –turut, yakni April 2023 lalu sebesar 0,05persen, dan di bulan Mei 2023, untuk NTT alami deflasi sebesar0,64 persen,”tambah Demarce.

Andil deflasi secara keseluruhan NTT tercatat angkutan udara sebesar -0,71persen, tomat -0,14persen, cabai rawit -005persen, pasta gigi -0,02persen dan kangkung sebesar -0,02persen.

Baca Juga: Aksi Pungutan Liar di Pelabuhan Deri, Satgas Pungli Flotim Turun Tangan

Sementara komoditi yang berkontribusi terhadap deflasi di NTT yakni, ikan kembung sebesar 0.13persen, ikan tembang 0,05persen, rokok putih  0,03persen, jeruk nipis 0,02persen dan rokok kretek/filter sebesar 0,02 persen.

“Perlu dicermati bersama khusus untuk  tim pengendali inflasi daerah prop, kabupaten dan kota, kita perlu kerja keras bersama,  untuk antisipasi kenaikan –kenaikan harga hingga akhir tahun, agar terkendali dengan baik,” tutup Demarce. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X