NTTHits.com, Kupang - Program Bantuan Pangan (Banpang) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Perum Bulog secara masif di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat harga beras di pasar berangsur turun.
"Hal ini dilakukan Perum Bulog Kanwil NTT dalam upaya menekan lonjakan harga dan stabilkan pasokan beras di tingkat masyarakat,"kata Pimpinan Perum Bulog Kanwil NTT, Himawan Kartika Nugraha, Jumat, 15 Agustus 2025.
Himawan menjelaskan bahwa Bulog Kanwil NTT mendapatkan target penjualan beras SPHP dari Juli-Desember 2025 sebanyak 28.000 ton, dan per tanggal 14 Agustus 2025 sudah mencapai 935.475 ton. Harapannya dengan adanya Bantuan Pangan Beras maupun penyaluran Beras SPHP dapat menurunkan harga beras baik medium maupun premium di kalangan masyarakat serta dapat menurunkan angka inflasi.
"Dengan adanya penyaluran bantuan pangan dan beras SPHP, harga beras di tingkat konsumen sudah mulai menurun. Ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat, serta sejalan dengan upaya menjaga angka inflasi secara berkelanjutan,"terang Himawan.
Ia menambahkan, Perum BULOG Kanwil NTT selain menyalurkan Bantuan Pangan alokasi Juni-Juli bagi 605.291 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total beras sebanyak 12.105.820kg, juga mengintervensi pasar dengan menggelentorkan Beras SPHP untuk menekan gejolak harga, menjaga stabilitas pasokan, dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Baca Juga: PSSI NTT Kembalikan Pergelaran Liga 4 ETMC 2025 ke Kabupaten Ende
Penyaluran Beras SPHP yang dilakukan oleh BULOG melalui saluran strategis, yaitu pedagang pengecer di pasar yang terverifikasi, Rumah Pangan Kita (RPK), retail/toko modern, Outlet-Outlet BUMN seperti PT. Pos Indonesia, RNI, ID Food, PTPN, PPI, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) maupun melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) sinergi dengan Pemprov, Pemkab/Pemkot dan TNI-POLRI.
"Bersama Pemerintah dan TNI Polri, Perum Bulog memastikan beras SPHP mulai dapat ditemui dan dibeli oleh masyarakat di pasar-pasar dan GPM (Gerakan Pangan Murah), kita mulai salurkan dan terus masifkan, termasuk ke Koperasi Merah Putih dan Kios Pangan binaan pemerintah daerah,"tambah Himawan.
Baca Juga: Gubernur Melki: Final Keputusan ETMC Kembali ke Ende Ada di PSSI NTT
Masyarakat dapat membeli beras SPHP dengan harga yang mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2024.
Adapun harga sesuai HET Beras SPHP yang tersedia dengan harga terjangkau sesuai pembagian zona wilayah, yakni Zona 1: Rp12.500/kg, Zona 2: Rp13.100/kg, dan Zona 3: Rp13.500/kg, Khusus untuk NTT masuk dalam zona 2, HET tertinggi 13.100/kg namun yang ditemui harga penjualan SPHP selama monitoring masih berada di nominal Rp. 12.000/kg, sementara untuk pembelian harga SPHP di gudang Bulog dikenai harga sebesar Rp.11.300/kg.
Bulog NTT terus berkomitmen memperkuat mekanisme penyaluran ke masyarakat, terutama beras SPHP. Tidak boleh ada lagi praktik-praktik tak wajar. Outlet-outletnya harus jelas ada, sehingga masyarakat pun dapat mudah memperolehnya, Begitu juga dengan bantuan pangan, bersama TNI Polri dalam pengawalan agar bantuan tersebut dapat sampai di tangan masyarakat yang berhak menerimanya. (*)