Fantastis, Dalam 2 Hari Putaran Ekonomi Sunday Market Saboak Kupang Mampu Raup Keuntungan Ratusan Juta Rupiah

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 4 Juli 2025 | 11:56 WIB
Wawali Kupang, saat di Sunday Market Saboak Kupang
Wawali Kupang, saat di Sunday Market Saboak Kupang

NTTHits.com, Kupang - Sunday Market Saboak, salah satu program prioritas pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara timur (NTT), Chris Widodo-Serena Francis, mampu memberikan output fantastis dengan putaran ekonomi UMKM mencapai ratusan juta rupiah dan terus mengalami peningkatan signifikan.

"Putaran ekonomi yang dihasilkan oleh UMKM di Sunday Market Saboak mampu mencapai ratusan juta rupiah,"jelas Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, Jumat, 4 Juli 2025.

Serena menjelaskan, hasil rekapan cash flow (pendapatan) para UMKM yang terlibat menunjukkan, pasca Minggu pertama pembukaan Saboak jumlah transaksi yang dihasilkan tembus Rp100juta dari 59 UMKM yang dihadirkan. 

Baca Juga: Gubernur NTT Terima Audiensi Kakanwil DJPb, Bahas Percepatan Penyaluran Dana Desa dan DAK Fisik

Keberadaan Sunday Market Saboak terus menunjukkan tren putaran ekonomi positif yang tumbuh signifikan, dari mampu meraup Rp.100juta dalam dua hari keberadaan Saboak, naik menjadi Rp.150juta di minggu kedua dengan tambahan UMKM menjadi 76 booth.

"Untuk pendapatan atau cash flow diminggu pertama itu sebesar Rp.100juta, naik lagi menjadi Rp150 juta di minggu kedua, dengan jumlah UMKM awal hanya 59booth bertambah sebanyak 76 booth UMKM di Saboak,"terang Serena.

Pedagang UMKM yang pendapatan paling besar di Saboak, Es Teler Creamy, Dian Fiany, mengatakan, diminggu pertama dan minggu kedua, para pelanggan yang menyukai kuliner ini selalu memadati kedai, sehingga omzet mencapai yang paling tertinggi dibanding UMKM lain yang ada di Saboak, hal ini menurut Diah, Saboak menjadi wadah terbaik bagi UMKM seperti dirinya karena dari yang sebelumnya hanya mampu menyediakan 30 liter es, di Saboak ketersediaan bahan baku penjualan menjadi 45liter.

"Kalau jualan biasa, kita hanya siapkan 30 liter, tapi pas di Saboak karena di hari Sabtu kita siapkan 45liter persediaan penjualan dan selalu habis, dan untuk pendapatan memang di Saboak,"jelas Dian.

Baca Juga: Partai Perindo NTT Ganti Pengurus, DPW dan DPD Kota Kupang Dinahkodai Orang Baru

Sebelumnya, Dian berjualan secara offline di Halte SD Lentera I dan cabang yang berlokasi di area Wali Kota, serta secara Online via Whatsapp, namun pendapatan atau omzet tidak signifikan seperti saat berjualan di Saboak, dirinya mengaku ingin tetap berjualan di Saboak, karena hampir seluruh pelanggan atau penyuka kuliner miliknya, bahkan pelanggan baru lebih potensial dan familiar, mendapatkan produk kulinernya di lokasi Sunday Market inisiasi Pemkot Kupang.

"Terima Kasih Ibu Wakil Wali Kota, kesempatan berada di Saboak, Beta (Saya) berharap bisa berjualan kembali di Saboak, soalnya ada rule UMKM yang ada saling bergantian, beta juga berharap ada terus di Saboak, karena pelanggan semua sudah tahu sekarang Es Teler Creamy ada di Sunday Market Saboak,"harap Dian.

Baca Juga: Tragedi Selat Bali, KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam, 15 Penumpang Selamat, 4 Korban Ditemukan Meninggal

UMKM Kriya, Ena Craft, Erna Hunga, saat diwawancarai mengakui saat hadir di Sunday Market Saboak minggu pertama pembukaan, dirnya mengaku didatangi banyak pengunjung dan membeli aneka aksesoris hingga omsetnya mencapai Rp.7juta dalam dua hari.

"Awalnya, saya pikir saat pembukaan pengunjungnya sedikit, ternyata yang datang itu banyak, dan diantara pengunjung tahu Ena Craft dan ada konsumen baru, untuk pendapatan kemarin ya puji Tuhan lumayanlah,"kata Erna

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X