2025, BI NTT Perkuat Lagi Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektoral Kendalikan Inflasi

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 10 Januari 2025 | 19:21 WIB
flayer Inflasi BI NTT
flayer Inflasi BI NTT

NTTHits.com, Kupang - 2025, Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektoral dalam pengendalian inflasi sepanjang tahun.

"Mari terus bersama kuatkan upaya bersama dalam menjaga inflasi di Provinsi NTT, agar tingkat inflasi berada dalam sasaran, serta stabil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,"kata Kepala BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, dalam rilis tertulis, Jumat, 10 Januari 2024.

Baca Juga: Pemkot Kupang Diajak Kerjasama Bidang Olahraga Panahan dan Renang

Menurut dia, sinergi dan kolaborasi dalam menjaga inflasi dalam rentang target semakin diperkuat pada tahun 2025 dalam mencapai target inflasi tahun 2025 yakni 2,5 + 1persen(yoy). Target tersebut dapat dicapai dengan penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektoral dalam mengendalikan inflasi sepanjang tahun.

Pelaksanaan upaya-upaya pengendaliaan inflasi seperti gerakan pasar murah, sidak pasar, peningkatan produksi pertanian, penerapan GAP, Kerjasama Antar Daerah (KAD) terus diintensifikasi dalam rangka pengendalian inflasi.

Selain itu, turut serta peran masyarakat dalam program pengendalian inflasi seperti diversifikasi pangan atau penganekaragaman pangan, mengajak masyarakat memberikan variasi terhadap makanan pokok yang dikonsumsi, dapat turut membantu dalam tingkat inflasi tetap terjaga. 

Baca Juga: HUT PDIP ke-52 Tahun, DPC Kota Kupang Nyatakan Sikap Pilih Megawati Sebagai Ketum Lagi

Dijelaskan pula, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memainkan peranan penting dalam menentukan tingkat inflasi Provinsi NTT sepanjang tahun 2024, tingkat inflasi Provinsi NTT bulan Desember dan keseluruhan tahun 2024 sebesar 0.82persen (mtm) atau 1.19persen (yoy), masih di bawah target inflasi riasional, yaitu 2,5 +(yoy).

Inflasi utamanya dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang me miliki andil terbesar yaitu sebesar 0,87% (mtm) dalam pembentukan tingkat inflasi di Provinsi NTT. Pada kelompok ini terdapat komoditas strategis seperti beras, bawang merah, cabai rawit, cabai merah dan lain-lain.

Faktor yang mempengaruhi harga kelompok ini antara lain, belum optimalnya produktivitas, ketersediaan yang kurang/tidak mencukupi sepanjang tahun 2024 serta tingginya ketergantungan pemenuhan dari luar wilayah NTT.

Baca Juga: Manusia vs Teknologi: Wamen Dikti Stella Christie Dorong Pemanfaatan AI agar Tidak Kalah Telak

Peningkatan produksi pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga inflasi di NTT dan sebagai upaya menuju swasembada pangan. Faktor utama untuk peningkatan produksi antara lain, peningkatan kapasitas petani dalam pengolahan pertanian, kecukupan dan ketepatan ketersediaan sarana dan prasarana produksi (benih dan pupuk), serta pemanfaatan teknologi.

Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), 77,41persen petani masih belum menggunakan teknologi pertanian dalam pengolahan lahan. Lebih lanjut, 44,77persen lahan sawah pertanian di NTT belum menggunakan irigasi, sehingga produksi petanian masih merupakan lahan tadah hujan.

Baca Juga: Joni Pemanjat Tiang Bendera Kini Resmi Jadi Bintara TNI AD, Kisah Inspiratif Perjuangan dan Dedikasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X