NTTHits.com, Yogyakarta – Ada banyak cara untuk memaknai Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Tahun ini, BRI Peduli bersama Srikandi BRI memberikan sentuhan istimewa melalui bantuan kepada Kelompok Usaha Wanita (Klaster Usaha) Batik Kebon Indah di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam mendukung perjuangan perempuan dan menjunjung nilai luhur Hari Ibu.
Klaster Batik Kebon Indah, yang didirikan pada 2010, menjadi bagian dari program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA) sejak 2022.
Baca Juga: Jeruk Gerga Curup, Dari Desa Karang Jaya ke Pasar Luas Berkat Sentuhan BRI
Program ini berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui dukungan pelatihan dan peralatan usaha. Dengan 180 anggota wanita, klaster ini memproduksi hingga 300 lembar batik tulis dan 600 lembar kain batik cap setiap bulan, menjadi simbol kekuatan dan kemandirian perempuan di bidang usaha.
Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, mengungkapkan harapannya agar bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha klaster.
“Momentum Hari Ibu ini kami manfaatkan untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada para ibu yang tidak hanya menjadi pahlawan keluarga tetapi juga tulang punggung ekonomi. Kami berharap klaster Batik Kebon Indah terus tumbuh dan membawa manfaat besar bagi anggotanya,” ujar Catur.
Baca Juga: BRI Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024
Dalmini, Ketua Klaster Usaha Batik Kebon Indah, menyampaikan rasa syukur atas dukungan BRI Peduli.
“Bantuan ini menjadi motivasi besar bagi kami. Ibu-ibu pengrajin bekerja dengan penuh semangat setiap hari untuk memenuhi permintaan pelanggan. Pelatihan dan fasilitas yang kami terima membuat kami lebih percaya diri untuk menghasilkan karya terbaik,” katanya.
Tidak hanya mendukung usaha, BRI Peduli juga memberikan sentuhan sosial dengan membagikan bantuan sembako kepada para anggota klaster dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak mereka. Bantuan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran besar para ibu dalam menghidupkan ekonomi keluarga.***