BRI dan Holding Ultra Mikro Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Sertifikasi BPOM

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Rabu, 11 Desember 2024 | 08:59 WIB
UMKM BRI
UMKM BRI

NTTHits.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama anggota Holding Ultra Mikro, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung daya saing pelaku UMKM di Indonesia. Salah satu langkah strategisnya adalah mendukung program sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) demi memperluas akses pasar UMKM.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya menegaskan pentingnya sertifikasi BPOM sebagai standar bagi UMKM, khususnya di sektor makanan, minuman, dan produk herbal. Pada akhir November 2024, Erick mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk meningkatkan jumlah UMKM bersertifikasi dengan memaksimalkan ekosistem pasar digital (PaDi UMKM), menggunakan database PNM Mekaar, serta mengintegrasikan data melalui sinergi digital.

“Program pertama mungkin selesai dalam beberapa bulan ke depan, sehingga semua UMKM bisa tersertifikasi. Nanti program berikutnya kami arahkan untuk ibu-ibu PNM Mekaar, yang saat ini mencapai 21,2 juta nasabah,” ujar Erick Thohir.

Baca Juga: BRI, AI Tidak Menggantikan Manusia, Tapi Tingkatkan Produktivitas

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyebutkan bahwa sertifikasi BPOM sejalan dengan konsep pemberdayaan BRI yang berbasis pada tiga fase: fase dasar, integrasi, dan interkoneksi. “Kami memulai dengan mapping UMKM menggunakan sistem self-assessment naik kelas, lalu mengintegrasikan data UMKM dengan kementerian/lembaga terkait, hingga koneksi eksternal untuk sertifikasi halal, izin edar, hingga UMKM ekspor,” jelas Supari.

Sementara itu, Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menambahkan bahwa kolaborasi ini memberikan harapan baru bagi UMKM untuk menembus pasar global. “Selain pembiayaan, kami memberikan edukasi pentingnya izin BPOM agar produk mereka dipercaya konsumen. Ini adalah bagian dari tugas kami untuk mendorong mereka keluar dari zona subsisten menjadi pelaku usaha yang mandiri dan kompetitif,” ungkap Arief.

Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, PNM, dan Pegadaian, terus memperluas layanan. Hingga akhir September 2024, holding ini telah melayani 36,1 juta debitur ultra mikro dengan total penyaluran kredit lebih dari Rp 627,6 triliun. Selain itu, lebih dari 1.025 Unit Senyum yang tersebar di seluruh Indonesia kini memberikan akses keuangan bagi 180 juta masyarakat melalui tabungan mikro.

Baca Juga: BRI Dorong Digitalisasi UMKM dengan Program QRIS UMI MDR 0%, Transaksi Jadi Lebih Mudah dan Untung!

Dengan langkah konkret ini, BRI bersama Holding Ultra Mikro optimistis mampu mencetak UMKM yang tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi nasional, tetapi juga bersaing di pasar internasional. "Kami percaya bahwa daya saing UMKM Indonesia dapat terus meningkat melalui kolaborasi yang terukur dan berkelanjutan," tutup Supari.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X