Dari Desa ke Kancah Nasional, Perjuangan Kacang Nepo Menjadi Camilan Khas yang Mendunia

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Minggu, 24 November 2024 | 21:18 WIB
Kacang Nepo binaan BRI
Kacang Nepo binaan BRI

NTTHits.com, Sulawesi Selatan – Desa Nepo, yang dulunya hanya dikenal sebagai penghasil kacang mentah, kini menjadi sorotan berkat inovasi seorang wirausaha lokal bernama Suparman.

Melalui tangan kreatifnya, kacang dari desa kecil ini diolah menjadi camilan khas bernama Kacang Nepo, yang kini diminati hingga pasar nasional.

Beragam varian unik, seperti kacang crispy, kacang sembunyi, kacang disco, hingga kacang tempe, menghadirkan cita rasa gurih dan renyah yang memanjakan lidah.

Baca Juga: Keripik Kentang Albaeta, UMKM dari Dieng yang Mendunia Berkat Dukungan BRI

"Saya melihat potensi besar di desa ini. Daripada hanya menjual kacang mentah, saya ingin mengolahnya agar punya nilai tambah untuk masyarakat," ujar Suparman, yang memulai usaha ini pada 2022.

Awalnya, Suparman berjuang dengan kemasan sederhana dan pemasaran terbatas. Namun, titik balik terjadi pada 2023, ketika program Desa BRILiaN dari BRI hadir di Desa Nepo.

Program ini memberikan pelatihan pemasaran, pengemasan, hingga penggunaan teknologi digital. Kolaborasi dengan Politeknik Pariwisata juga membantu Suparman meningkatkan kualitas produk, menjadikannya lebih kompetitif.

Baca Juga: BRI Dorong Petani Mangga Bondowoso Tembus Pasar Nasional dan Tingkatkan Taraf Hidup

"BRI benar-benar membuka jalan bagi kami. Berkat pelatihan dan teknologi seperti QRIS, pemasaran kini jauh lebih mudah, bahkan untuk toko-toko besar," ungkap Suparman.

Sistem pembayaran digital ini memungkinkan konsumen bertransaksi tanpa uang tunai, mempercepat proses dan memperluas jangkauan pasar.

Hasilnya? Kini, Kacang Nepo mampu meraih pendapatan hingga belasan juta rupiah setiap bulan, menjadi sumber penghidupan utama bagi Suparman dan warga Desa Nepo yang ia pekerjakan.

Baca Juga: BRI Dorong Petani Mangga Bondowoso Tembus Pasar Nasional dan Tingkatkan Taraf Hidup

"Permintaan terus meningkat. Harapan saya, lebih banyak warga desa yang bisa terlibat dalam produksi sehingga kami semua dapat merasakan manfaatnya," ujarnya dengan semangat.

Suparman juga bercita-cita menjadikan Kacang Nepo ikon kuliner Sulawesi Selatan. "Kami ingin produk ini dikenal luas, tidak hanya sebagai hasil bumi, tetapi juga sebagai simbol kreativitas dan kerja keras desa kami," tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X