BRI Dorong Petani Mangga Bondowoso Tembus Pasar Nasional dan Tingkatkan Taraf Hidup

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Minggu, 24 November 2024 | 08:40 WIB
Petani Manggarai Bondowoso
Petani Manggarai Bondowoso

NTTHits.com, Bondowoso – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui dukungan terhadap UMKM, khususnya petani di pedesaan.

Salah satu kisah suksesnya adalah Abu Sufyan, petani mangga asal Desa Botolinggo, Kecamatan Botolingo, Bondowoso, Jawa Timur, yang berhasil memperluas lahan pertaniannya hingga hampir 5 hektar berkat program pemberdayaan dari BRI.

Mangga Alpukat Botolingo, Primadona Lokal yang Tembus Pasar Nasional
Mangga Alpukat khas Botolingo dikenal memiliki rasa manis, kadar air rendah, tekstur lembut, dan cara unik menikmatinya—daging buahnya bisa langsung disendok seperti alpukat. Keunikan ini menjadikan Mangga Alpukat sebagai komoditas unggulan yang diminati tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga merambah ke luar daerah.

Baca Juga: Terdakwa TPPO Maria Since, Divonis Enam Tahun Penjara Oleh Pengadilan Negeri Ngada

Berkat dukungan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI, Abu Sufyan mampu meningkatkan produktivitas kebun mangga sekaligus kualitas hasil panennya. Modal awal ini menjadi titik balik usaha Abu, yang kini tak hanya mampu memenuhi permintaan pasar lokal, tetapi juga memasarkan produknya secara daring ke wilayah seperti DKI Jakarta.

Tidak hanya memberikan pembiayaan, BRI juga mendampingi Abu dan kelompok tani Sumber Mangga dalam pengelolaan usaha mereka. Mulai dari pelatihan pengelolaan keuangan hingga pemanfaatan teknologi modern seperti QRIS dan aplikasi BRImo, BRI membantu petani menjadi lebih profesional dalam menjalankan usaha.

“BRI sangat membantu usaha saya. Prosesnya cepat, dan saya juga dibimbing untuk mengelola keuangan dengan lebih baik. Transaksi jual beli jadi lebih praktis dan efisien dengan BRImo,” ujar Abu Sufyan.

Baca Juga: Tim Sepak Bola NTT Lolos ke Popnas 2025 Usai Kalahkan Tuan Rumah Lewat Adu Penalti

Kini, dengan pendampingan tersebut, Abu berhasil meningkatkan pendapatan bersihnya hingga puluhan juta rupiah per bulan. Pendapatan ini digunakan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, menopang kebutuhan keluarga, hingga membeli aset baru berupa lahan tambahan.

Tak hanya itu, Abu juga mempekerjakan 10 orang pekerja lokal untuk membantu berbagai aktivitas, mulai dari pemeliharaan pohon mangga hingga pengemasan buah siap kirim.

BRI Dorong Petani Lokal Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
M. Candra Utama, Senior Executive Vice President Ultra Mikro BRI, mengungkapkan bahwa keberhasilan Abu Sufyan membuktikan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara petani dan institusi keuangan.

Baca Juga: Dandim 1618/TTU, Resmikan Sumur Bor, Akses Air Bersih Bukti Komitmen TNI - AD untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Abu Sufyan adalah contoh nyata bagaimana inovasi, teknologi, dan kolaborasi dapat mengubah kehidupan. Kami ingin melihat lebih banyak petani yang mampu tumbuh, berkembang, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya.

Dengan pendekatan pendampingan yang tepat, BRI berharap semakin banyak petani seperti Abu Sufyan yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar. Inilah bukti nyata bagaimana inovasi dan keberlanjutan dapat membawa dampak besar bagi kehidupan petani lokal.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Sumber: BRI, UMKM, BBRI

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X