BRI Kurangi Jumlah Kantor Demi Akselerasi Inklusi Keuangan, AgenBRILink Jadi Andalan!

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Jumat, 8 November 2024 | 09:11 WIB
BRI Link
BRI Link

NTTHits.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) tengah melakukan transformasi besar dalam pelayanannya. Untuk mempercepat inklusi keuangan dan memperkuat ekonomi berbagi di masyarakat, BRI memutuskan untuk mengurangi jumlah kantornya dan memperbanyak layanan perbankan melalui AgenBRILink.

Data terbaru menunjukkan, jumlah kantor BRI pada September 2024 mencapai 7.594 kantor, turun dari 9.030 kantor pada tahun 2020. Menurut Direktur Utama BRI Sunarso, perubahan ini merupakan bagian dari strategi BRIvolution 2.0 yang menargetkan BRI sebagai “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion.”

“Penutupan kantor cabang kami alihkan melalui AgenBRILink di warung-warung terdekat masyarakat, sehingga menciptakan ekonomi berbagi dan memperluas akses layanan,” ujar Sunarso dalam Money Talks Power Lunch CNBC Indonesia, Selasa (5/11/2024).

Baca Juga: Pegadaian Peduli Beri Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Terdampak Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki

Riset BRI menunjukkan bahwa banyak masyarakat Indonesia masih enggan menggunakan layanan digital sepenuhnya. Banyak nasabah justru merasa nyaman melakukan transaksi di warung-warung terdekat, yang kini bisa menjadi AgenBRILink. Konsep ini menawarkan kemudahan dan pendekatan personal layaknya cabang bank.

“AgenBRILink ini tak ubahnya kantor BRI, hanya dalam bentuk agen seperti warung atau toko kelontong. Mereka mendekatkan layanan ke masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh kantor cabang formal,” kata Sunarso.

Hingga 2024, AgenBRILink terus bertumbuh pesat dengan jumlah mencapai 1,022 juta agen di seluruh Indonesia, meningkat drastis dari hanya 75 ribu pada 2015.

Baca Juga: Pemkot Inisiasi Pelatihan Kuliner Bagi 25 Pedagang Ikan di Kupang

Sunarso mengungkapkan, AgenBRILink memberikan kontribusi signifikan pada pendapatan BRI. Tahun lalu, BRI meraup fee sebesar Rp1,5 triliun dari AgenBRILink, sementara para agen berhasil memperoleh sekitar Rp2,5 hingga Rp3 triliun dari layanan tersebut.

Volume transaksi lewat AgenBRILink pun melonjak, dengan nilai transaksi mencapai Rp1.427 triliun sepanjang 2023 dan Rp1.170 triliun hingga September 2024.

"Keputusan ini membuat BRI bisa menjangkau masyarakat lebih luas dan lebih dalam tanpa bergantung sepenuhnya pada kantor cabang. Transaksi di warung-warung ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan fisik," jelas Sunarso.

Dengan langkah strategis ini, BRI berharap semakin banyak masyarakat dapat menikmati layanan keuangan yang mudah diakses, berbiaya rendah, dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi semua pihak.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X