Dukung Integrasi EKD, BI Luncurkan Lima Inisiatif Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Jumat, 23 Agustus 2024 | 11:35 WIB
Kepala BI NTT disampingi Deputi Bidang Pembayaran dan Debuputi Bidang Ekonomi
Kepala BI NTT disampingi Deputi Bidang Pembayaran dan Debuputi Bidang Ekonomi

NTTHits.com, Kupang - Arah kebijakan digitalisasi sistem pembayaran, Bank Indonesia (BI)  meluncurkan lima inisiatif Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2030 mendukung integrasi Ekonomi Keuangan Digital (EKD) dalam struktur yang konsolidatif dan berdaya tahan. Sehingga, menjamin fungsi bank sentral dalam proses pengedaran uang, kebijakan moneter, dan stabilitas sistem keuangan. 

"Bank Indonesia baru mengeluarkan yang namanya Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030,"kata Kepala Kantor Perwakilan BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, dalam Sante-sante Duduk baOmong deng Media, Jumat, 23 Agustus 2024.

Baca Juga: Disdikbud NTT Tak Kunjung Keluarkan Ijin Operasional, Ratusan Siswa SMK Maritim Terancam Mandeg KBM

Adapun lima inisiatif Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yakni 4i dan 1R yang terdiri dari Infrastruktur, modernisasi pembayaran retail,wholesale dan data sistem pembayaran, Industri, konsolidasi industri pembayaran nasional yang meliputi kepersertaan,reklasifikasi aktivitas dan reformasi regulasi. 

Inovasi, fokus pada inovasi, perlindungan konsumen, literasi dan akselerasi digital, kemudian International yakni, perluasan kerja sama internasional yang meliputi pembayaran QR code, fast payment dan wholesale di delapan negara serta 1R yakni pengembangan Rupiah digital.

"Salah satu indikator-indikator kemajuan pertumbuhan ekonomi itu juga dari seberapa cepat transaksi berpindah,"tambah Agus.
 
 
Deputi Bidang Sistem Pembayaran Rupiah dan Non Tunai BI NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, mengatakan, melalui sistem pembayaran Indonesia periode 2019-2024, yang salah satunya implementasi dari QRIS, pengembangan ekonomi digital mencatatkan sejumlah pencapaian.
 
Pengembangan ekonomi digital khusus di NTT mencatat sejumlah pencapaian, salah satunya penggunaan QRIS di NTT, penggunaan pembayaran digital QRIS di NTT menunjukan pertumbuhan yang akseleratif dengan total volume pada Juni 2024 mencapai 18,57 Juta kali transaksi atau meningkat 148persen (ytd) sejak Desember 2023, dengan total nominal transaksi mencapai Rp 2,3 milyar,  sedangkan jumlah merchant yang sudah menggunakan QRIS sampai Juni 2024 sudah sebanyak 244ribu merchant dan jumlah pengguna QRIS yang sudah mencapai 295ribu pengguna.

"Kita melihat QRIS ini cukup diterima dimasyarakat akselerasinya meningkat dengan jumlah user saat ini mencapai 295ribu,"jelas Didiet.

Baca Juga: Kabid Humas Polda NTT Akui Tangkap BBM Ilegal 1,8 Ton Milik PT.SKM. Hemus : Lucu! Sita Kapan, BBMnya Dimana, Saya Tidak Pernah Diperiksa

Adapun sebaran transaksi merchat QRIS di NTT yang dibagi dalam beberapa pulau yakni dengan paling dominan di pulau Timor, Rote dan Sabu dengan jumlah merchant 115ribu dengan volume transaksi sebesar 5,1juta, disusul pulau Flores, Lembata dan Alor dengan jumlah mercant sebanyak 109 dan volume transaksi sebanyak 4,8juta dan di pulau Sumba tercatat 18ribu mercant dengan volume transaksi sebanyak 436ribu.

"Masih terdapat ruang yang luas dalam peningkatan akseptansi digital sehigga masih perlu perluasan jumlah merchant di NTT,"tutup Didiet.

BI NTT konsisten untuk terus melakukan upaya peningkatan digitalisasi guna mengedukasi masyarakat mlalui sosialisasi dan QRIS experience pada seluruh kegiatan dilingkungan pendidikan, agamadan pemerintah. (*) 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sasando Dia, Sinergi Perkuat Ekonomi NTT

Selasa, 3 Maret 2026 | 21:05 WIB
X