NTTHits.com, Kendari - Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI 2024) menjadi wadah pengembangan ekonomi syariah sebagai peluang sumber pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal tersebut dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati, saat ikut berpartisipasi dalam festival tersebut yang telah berlangsung sejak tanggal 8-10 Juli 2024 di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
"Potensi NTT yang luar biasa harus terus dikembangkan, menangkap peluang-peluang pertumbuhan ekonomi baru seperti ekonomi syariah, demi NTT yang maju dan sejahtera!”kata Agus Sistyo Widjajati, dalam rilis tertulis, Jumat, 12 Juli 2024.
Menurut dia, NTT memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa seperti sumber makanan sehat dan halal, tenun sebagai bahan pakaian yang ramah lingkungan hingga destinasi pariwisata prioritas, namun peluang - peluang ekoonomi baru tersebut harus diberengi dengan penguatan literasi, inklusi hingga kompetensi UMKM dalam sektor ekonomi syariah seperti halal food, modest fashion hingga pariwisata ramah muslim. .
"BI NTT akan mendukung penuh pengembangan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di NTT,"tambah Agus.
Pada FESyar KTI 2024, BI NTT turut serta pada beberapa rangkaian acara, diantaranya adalah Halal Chef Competition (Road To IN2HCC), Fashion Designer Competition (Road To IN2MF), Pelatihan JULEHA (Juru Sembelih Halal), Sertifikasi Nazhir dan Training of Trainer Da’i & Da’iyah.
BI NTT juga menyertakan produk dari 6 UMKM pada showcasing Pelaku Usaha Syariah (PUS) yaitu Ghaura Chocolate, Mama Ana, D’Hokiest, Sombra, Rumah Tenun Ina Ndao dan Kampung Tenun Alor. Pada kesempatan ini, perwakilan BI NTT, Chef Aulia Khalis Fusilat berhasil menjadi Juara 3 Halal Chef Competition (Road To IN2HCC).
Perhelatan FESyar merupakan kegiatan pendahulu menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024, dan dalam FESyar KTI 2024 diikuti oleh sebanyak 19 Kantor Perwakilan bersama mitra strategis, bertujuan untuk memperkuat ketahanan dan pertumbuhan ekonomi syariah melalui sejumlah program ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia. (*)