NTTHits.com, Kupang - Penambahan lembaga - lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu kunci mengurai persoalan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kerap terlambat bahkan langka karena persoalan pendistribusian.
"Perlu pemahaman bersama bahwa ini tantangan tersendiri, penambahan lembaga penyalur jadi kunci agar jalur ini bisa disambung hingga ketitik terakhir masyarakat,"kata Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Minggu, 23 Juni 2024.
Baca Juga: Banjir di Sulawesi Tengah, Satu Korban Meninggal Dunia dan Dua Orang Dinyatakan Hilang
Menurut dia, NTT kerap terdapat persoalan langkanya BBM dibeberapa kabupaten seperti Kabupaten Rote dan Sabu Raijua, yang mengakibatkan harga melonjak naik secara drastis pasalnya penyaluran BBM terlambat karena beberapa hal termasuk faktor cuaca atau alam.
Pertamina siap fasilitasi kebutuhan alokasi komoditas bahan bakar jika ada penambahan lembaga - lembaga penyalur, baik usulan dari pemda, BUMD hingga level Bumdes.
Dari sisi Sarana Prasarana (Sarpras), Pertamina Patra Niaga terus memastikan kehandalan transportir menjadi proiritas dalam proses penyaluran BBM khususnya di NTT yang kerap terkendala dan jadi persoalan tahunan.
Baca Juga: Jumlah Populasi HPR di NTT Capai 485.947 Ekor
Kehandalan sarpras transportir BBM di NTT menjadi krusial baik lewat darat maupun laut, sehingga perlu terus ditingkatkan dan dijaga dalam proses penyalurannya, selain itu juga perlu tindak lanjut bersama lintas pihak, tidak hanya pemerintah daerah namun legislatif juga untuk mendukung berbagai macam diskresi kemudahan untuk penambahan lembaga penyalur di wilayah - wilayah kepulauan NTT yang mencapai hingga 500 lebih dengan sebaran penduduk yang menghuni wilayah - wilayah tersebut.
"Yang pertama, kita terus memastikan kehandalan sarpras transportir karena kondisi yang kadang kita tidak bisa antisipasi itu pada saat cuaca,"tutup Ahad. (*)