politik

Gubernur NTT Melki Laka Lena Tanggapi Polemik Geotermal, “Biarkan Rakyat Lokal Duduk Bersama dan Tentukan Sikap”

Jumat, 1 Agustus 2025 | 18:13 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena

NTTHits.com, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, angkat bicara soal polemik proyek geotermal (panas bumi) yang menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.

Ia mengakui adanya persoalan di lapangan, namun meminta agar masyarakat diberi ruang untuk berdiskusi secara sehat dan mandiri.

"Kita tidak bisa pungkiri memang ada masalah. Tapi juga banyak hal baik yang sudah dilakukan. Sekarang kita sedang memilah duduk persoalannya di mana, dan seperti apa solusi terbaiknya," kata Gubernur Melki saat diwawancarai di Kupang, Jumat (1/8/2025).

Baca Juga: NTT Menuju Swasembada Pangan dan Energi, Gubernur Dorong Gotong Royong Pembangunan

Menurutnya, langkah paling bijak adalah menyerahkan kembali proses dialog dan keputusan kepada masyarakat lokal, terutama mereka yang terdampak langsung oleh rencana pengembangan proyek geotermal.

"Biarkan masyarakat lokal yang menentukan. Mereka yang pro maupun yang kontra harus diberi informasi yang lengkap dan edukatif. Setelah itu, duduk bersama, bicara baik-baik sebagai sesama warga. Jangan sampai proyek yang bahkan belum dimulai sudah menyebabkan perpecahan di bawah," tegas Melki.

Gubernur juga menyarankan agar pihak luar atau kelompok-kelompok yang tidak berkepentingan langsung dengan wilayah tersebut untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana.

Baca Juga: Gubernur Melki Laka Lena, NTT Siap Jadi Provinsi Garam dan Energi Terang

"Yang tidak punya urusan langsung, sebaiknya keluar dulu dari lingkaran ini. Biarkan warga lokal mengambil keputusan secara sadar dan bertanggung jawab, setelah mendapat edukasi yang memadai," ujarnya.

Ia juga menyebutkan pentingnya melibatkan semua elemen, termasuk tokoh agama, dalam proses dialog.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan tulus dengan semua pihak, termasuk gereja dan tokoh masyarakat, bisa menciptakan solusi damai dan berkelanjutan.

"Kalau memang proyeknya tidak bisa lanjut di tempat itu, kita bisa cari lokasi lain. Tapi yang paling penting adalah menjaga keutuhan masyarakat. Jangan sampai pembangunan justru memecah belah warga," tandas Gubernur Melki.***

Tags

Terkini