Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan penyegaran birokrasi. “Jika administrasi selesai pekan ini, pelantikan pejabat eselon II akan digelar Jumat depan, dilanjutkan eselon III dan IV,” ungkapnya.
Baca Juga: Gubernur Melki Laka Lena Apresiasi Kunjungan Kerja Wapres Gibran di NTT
ASN Turun ke Kebun, Sawah, dan Laut
Dengan pembelanjaan pegawai yang menghabiskan 56% anggaran, Gubernur Melki menekankan perlunya efisiensi. “ASN harus aktif di lapangan. Kalau PAD bisa capai Rp2 triliun, kita bisa kendalikan belanja pegawai dan arahkan ASN membantu masyarakat langsung,” jelasnya.
Target 100 Hari Kerja: Realisasi 6 Program Prioritas
Menjelang akhir 100 hari kerja pada 30 Mei 2025, Gubernur menyebut enam program prioritas telah dijalankan, termasuk:
- Penurunan stunting melalui Posyandu dan pendampingan keluarga.
- Penguatan produk desa unggulan.
- Dukungan promosi dan penjualan produk lokal lewat gerai dan aplikasi.
- Akses pendidikan unggul bagi anak-anak NTT.
- Reformasi pendapatan daerah dan birokrasi.
- Penugasan ASN dan pekerja migran sebagai duta pembangunan.
Meja Rakyat: 170 Laporan Sudah Ditangani
Melalui program "Meja Rakyat", sekitar 170 pengaduan dari masyarakat telah diterima dan ditindaklanjuti. “Semua laporan langsung kami teruskan ke pihak terkait dan kami cek progres penyelesaiannya,” tegasnya.
Koperasi Merah Putih: 3.137 Desa Target Tuntas Sebelum Juli
Gerakan Koperasi Merah Putih juga menjadi perhatian. “Sudah ada koperasi yang diresmikan. Kita targetkan seluruh desa membentuk koperasi sebelum Juli. Ada anggaran Rp5 miliar per desa dari pusat yang harus dimanfaatkan,” katanya.
Ajak Masyarakat Bangun NTT Bersama
Sebagai penutup, Gubernur Melki menegaskan pentingnya kolaborasi. “Kami akan bentuk pengurus Sekretariat Bersama di setiap kabupaten. Mari bangun NTT bersama-sama, dari desa hingga kota, dari rakyat hingga birokrasi,” pungkasnya.***