politik

Kunker di Kota Kupang, Celly Ngganggus Soroti Jalan Rusak, Sampah, dan Krisis Air Bersih

Senin, 17 Februari 2025 | 19:42 WIB
Celly Nganggus bersama masyarakat Alak

NTTHits.com, Kupang – Anggota DPRD NTT, Marselinus Anggur Ngganggus, yang akrab disapa Celly, menggelar kunjungan kerja (Kunker) di Kelurahan Sikumana dan Alak, Kota Kupang, untuk menjaring aspirasi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Celly menemukan berbagai persoalan utama yang dikeluhkan warga, mulai dari kerusakan jalan, penumpukan sampah, hingga krisis air bersih.

Baca Juga: Fraksi PKB DPRD Kota Kupang Soroti Pemangkasan Anggaran

Jalan Rusak dan Sampah Jadi Keluhan Utama

Celly mencatat sedikitnya 45 titik yang mengalami berbagai permasalahan, termasuk:

  • Kerusakan jalan di beberapa wilayah yang memerlukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Kupang.
  • Penumpukan sampah yang hampir terjadi di seluruh titik reses, termasuk kawasan taman dan pemukiman.

"Permasalahan sampah ini terlihat sepele, tetapi kompleks. Saya berjanji akan berdiskusi dengan Wali Kota terpilih dan petugas kebersihan untuk mencari solusi konkret," ujar Celly.

Baca Juga: Reses II DPRD Kota Kupang, Dana PMT Bagi Lansia Ditiadakan

Di Perikanan Tenau, warga mengeluhkan buruknya kualitas air bersih. Menurut warga, saat hujan, air yang mengalir ke rumah menjadi keruh dari SPAM Kali Dendeng.

"Saya sudah mencoba berkomunikasi dengan PDAM Kota Kupang. Meski belum ada waktu untuk bertemu, saya akan terus mendesak mereka mencari solusi," tegas Celly.

Selain itu, nelayan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tenau menghadapi masalah tambahan:

  • Kesulitan air bersih untuk membersihkan ikan dan peralatan.
  • Tagihan listrik yang tinggi, membuat para pedagang ikan terpaksa patungan untuk biaya listrik penerangan.

Baca Juga: Pertama di Kota Kupang The Palace Hadirkan Koleksi Perhiasan Berlian dan Emas Terlengkap Berkualitas

Blueprint Tata Kota, Kunci Atasi Genangan Air

Celly juga menyoroti persoalan genangan air yang sering terjadi di beberapa titik, seperti di depan Gedung Golkar Provinsi NTT dan sekitar Hotel Romita. Ia menekankan pentingnya memiliki blueprint tata kota sebagai acuan pembangunan agar tidak terjadi pemborosan anggaran akibat proyek gagal.

"Selama ini banyak proyek yang gagal karena tidak mengikuti perencanaan yang baik. Contohnya proyek saluran air di depan Hotel Romita yang dikerjakan dua tahun berturut-turut, namun tetap gagal mengatasi genangan," jelas Celly.

Baca Juga: Pemerintah Sinergi Bersama HIPMI Kelola Aset serta Pembangunan Infrastruktur di Kota Kupang

Ia menegaskan, blueprint tata kota akan menjadi solusi jangka panjang, sehingga setiap proyek pembangunan seperti drainase dapat terhubung secara efektif.

Celly Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Warga

Menutup kunkernya, Celly menegaskan bahwa semua aspirasi masyarakat akan diperjuangkan dalam rapat-rapat bersama pemerintah dan pihak terkait.

"Jalan rusak, krisis air, sampah, dan genangan adalah persoalan nyata yang dihadapi masyarakat Kota Kupang. Saya berkomitmen mendorong pemerintah agar segera bertindak," tutup Celly.***

Tags

Terkini