politik

Sarapan Gratis ala Pramono-Rano untuk Pelajar Jakarta: Apa yang Membuatnya Istimewa?

Selasa, 14 Januari 2025 | 20:50 WIB
Pramono Anung dan Rano Karno saat acara Bentang Harapan JakASA di Pendopo Balaikota Provinsi Jakarta (instagram.com/h.ranokarno)

NTTHits.com, Jakarta – Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung dan Rano Karno, bersiap menghadirkan program-program unggulan yang menjadi janji kampanye mereka. Salah satu program yang menarik perhatian adalah Sarapan Gratis bagi pelajar di Jakarta.

Koordinator Komunikasi Tim Transisi, Chico Hakim, menegaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar janji, tetapi akan segera direalisasikan setelah keduanya resmi dilantik. Selain itu, beberapa inisiatif lain seperti pembukaan taman publik selama 24 jam, relokasi warga Kampung Susun Bayam, dan manfaat tambahan untuk penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga menjadi fokus utama.

Baca Juga: Tom Lembong dan Kasus Impor Gula, Fakta Terbaru yang Menggemparkan Publik

Sarapan Gratis untuk Pelajar: Langkah Bertahap yang Realistis

Menurut Chico, program sarapan gratis ini tidak langsung diterapkan di seluruh sekolah, melainkan dimulai sebagai proyek percontohan di beberapa sekolah selama 100 hari pertama masa jabatan Pramono-Rano.

“Program ini akan disesuaikan dengan kesiapan setiap sekolah. Ini adalah langkah awal untuk memastikan keberhasilannya sebelum diperluas ke seluruh wilayah Jakarta,” ujar Chico saat ditemui di Gedung DPRD Jakarta, Senin, 13 Januari 2025.

Baca Juga: Kolaborasi Juru Taktik Belanda di Timnas Indonesia, Thom Haye Kagumi Keberanian Kluivert Ambil Tantangan Besar

Apa Bedanya dengan Program Presiden Prabowo?

Chico menegaskan bahwa sarapan gratis ini berbeda dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Program ini fokus pada sarapan pagi untuk pelajar, sedangkan MBG lebih diarahkan pada makan siang. Tidak ada tumpang tindih, justru kami melihat keduanya bisa saling melengkapi,” jelas Chico.

Pramono Anung sebelumnya juga menyatakan bahwa dana untuk program ini telah dialokasikan dalam APBD Jakarta. “Program ini sudah dirancang dengan matang dan tidak akan membebani anggaran,” katanya.

Menu sarapan akan dirancang sehat, bergizi, dan bervariasi, termasuk menyisipkan menu khas Jakarta seperti nasi uduk. “Kami ingin memastikan anak-anak Jakarta memulai hari mereka dengan energi yang cukup,” tambahnya.

Baca Juga: Segera Gelar Musda, Ini Lima Kandidat Calon Ketua Baru REI NTT

Inisiatif Lain yang Tak Kalah Menarik

Halaman:

Tags

Terkini