Harapan untuk Generasi Muda
Pencabutan ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi generasi muda untuk lebih memahami sejarah Indonesia secara utuh. Sejarawan Bonnie Triyana menilai langkah ini sebagai pengingat bahwa sejarah harus digali dengan jujur, tanpa manipulasi politik.
“Generasi milenial dan Gen Z perlu memahami bahwa Bung Karno adalah simbol perjuangan bangsa. Ini adalah pelajaran penting untuk menghargai sejarah dan melawan narasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Baca Juga: Misteri Mobil Dinas RI 36, Tiga Menteri Bantah, Patwal Arogan Sudah Ditindak
Keluarga Soekarno: Luka yang Akhirnya Sembuh
Guntur Soekarnoputra, putra sulung Soekarno, menyampaikan bahwa keputusan ini menjadi penawar luka yang telah dirasakan keluarganya selama puluhan tahun.
“Tuduhan keji yang tak pernah terbukti menjadi beban bagi keluarga kami dan rakyat Indonesia. Kini, luka itu perlahan sembuh,” ungkap Guntur.
Baca Juga: Guru Besar IPB Dilaporkan Ormas Terkait Hitungan Kerugian Kasus Timah Rp271 Triliun
Megawati pun menutup pidatonya dengan pesan penuh makna, “Jika kita salah, kita harus berani mengakuinya. Pemulihan nama Bung Karno adalah pengingat bahwa sejarah adalah milik semua, dan kebenaran akan selalu menang.”
Keputusan ini bukan hanya tentang Soekarno, tetapi tentang Indonesia yang belajar menghadapi masa lalunya dengan keberanian dan kebijaksanaan. ***