NTTHits.com, Kupang – Menyambut Pilkada 2024 di Nusa Tenggara Timur, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang mengeluarkan pernyataan tegas untuk mendukung Pilkada damai dan bersih dari praktik-praktik yang dapat memecah belah masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan Ketua PMKRI Cabang Kupang, Dilliyon Christian Yoramber Heton, yang menggarisbawahi komitmen organisasi dalam menjaga integritas demokrasi di wilayah NTT.
Dalam pernyataannya, PMKRI Cabang Kupang menekankan lima poin penting, diantaranya;
PMKRI menolak segala bentuk politik uang, politik SARA, dan kampanye hitam yang berpotensi menciptakan konflik serta memecah belah masyarakat.
Baca Juga: OJK Terbitkan Ketentuan Perkuat Penanganan Kegiatan Usaha Tanpa Izin di Sektor Keuangan
“Kita ingin Pilkada ini berjalan damai dan demokratis, tanpa ada intervensi yang merusak keharmonisan masyarakat,” ujar Dilliyon.
PMKRI juga mengajak masyarakat NTT untuk memilih kandidat kepala daerah dengan pertimbangan rasional, memperhatikan rekam jejak, kapasitas intelektual, serta kemampuan mereka dalam menangani persoalan lokal dan nasional.
“Kita butuh pemimpin yang punya visi besar dan kemampuan memimpin untuk kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Di tengah keberagaman, PMKRI menyerukan pentingnya menjaga persatuan bangsa. Dilliyon mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menghadapi perbedaan pilihan politik.
PMKRI menghimbau seluruh kader di Cabang Kupang untuk mengawal proses Pilkada dengan mengedepankan nilai-nilai keadilan, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif.
Dilliyon menekankan, “Keterlibatan kader harus menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang jujur dan adil.”
Baca Juga: Collabonation Talent Hunt IM3: Dicari Musisi Muda Kupang untuk Tampil di Panggung Nasional
PMKRI juga meminta kepada pihak penyelenggara Pemilu, serta TNI dan Polri untuk bersikap netral dalam Pilkada 2024 di NTT. “Kami ingin memastikan bahwa proses demokrasi ini berlangsung tanpa ada keberpihakan dari pihak manapun,” ujarnya.