Wapres Gibran: Bendungan Manikin Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Perekonomian NTT

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Rabu, 7 Mei 2025 | 19:03 WIB
Wapres Gibran Kunjungi Bendungan Manikin. (Humas NTT)
Wapres Gibran Kunjungi Bendungan Manikin. (Humas NTT)

NTTHits.com, Kupang, 7 Mei 2025 — Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan pentingnya pembangunan Bendungan Manikin sebagai salah satu langkah strategis mewujudkan ketahanan pangan nasional dan pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia.

Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung progres pembangunan bendungan yang berlokasi di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Rabu (7/5).

“Pembangunan bendungan ini bukan hanya untuk menyimpan air, tapi sebagai fondasi utama dalam mendukung sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan menggerakkan ekonomi lokal,” tegas Gibran.

Baca Juga: Wapres Gibran Serap Aspirasi Petani Kupang, Dorong Kemandirian Pangan Sesuai Visi Presiden Prabowo

Bendungan Manikin merupakan salah satu dari tujuh bendungan strategis yang tengah dibangun pemerintah di NTT. Proyek ini dimulai sejak tahun 2018 dengan nilai investasi mencapai Rp2,059 triliun, dan ditargetkan rampung pada 2028. Hingga saat ini, progres fisiknya telah mencapai 62,65 persen.

Memiliki daya tampung 28,20 juta meter kubik, bendungan ini akan mengairi 652 hektare lahan pertanian, menyediakan air baku sebesar 700 liter per detik untuk Kota dan Kabupaten Kupang, serta mendukung pembangkit energi ramah lingkungan seperti mikrohidro (0,125 MW) dan PLTS apung (29,8 MW).

“Bendungan ini akan jadi tulang punggung pertanian NTT. Jika air tersedia dengan baik, petani tidak perlu lagi khawatir gagal panen. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Wapres.

Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi SD Inpres Kaniti, Dorong Percepatan Transformasi Pendidikan di NTT

Gibran juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat agar pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu.

“Kita ingin proyek ini selesai sesuai jadwal dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Semua pihak harus bergerak bersama untuk mewujudkannya,” tambahnya.

Dengan bendungan ini, diharapkan pertanian NTT akan berkembang lebih maju, produktif, dan tangguh menghadapi perubahan iklim—menjadikan NTT sebagai salah satu pilar ketahanan pangan Indonesia di masa depan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X