Menteri Karding Siap Kunjungi NTT, Bahas Perlindungan Pekerja Migran dengan Gubernur Melki

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Selasa, 18 Maret 2025 | 10:24 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama para Bupati/ walikota. (Dok. Edy)
Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama para Bupati/ walikota. (Dok. Edy)

NTTHits.com, Jakarta – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menyambut dengan antusias kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Lakalena, beserta rombongan di kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Senin (17/03/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Melki mengajak para bupati se-NTT untuk bersama-sama membahas isu penting terkait perlindungan pekerja migran asal NTT yang selama ini menghadapi berbagai tantangan.

“Saya akan ke NTT. Kita bahas secara khusus soal perlindungan pekerja migran,” tegas Menteri Karding menanggapi keluhan para bupati mengenai berbagai masalah yang dihadapi para pekerja migran.

Baca Juga: Temui Gubernur NTT, PHRI Minta Dukungan Pemerintah Guna Pengembangan Industri Perhotelan Ditengah Efesiensi Anggaran

Inisiatif "Desa Migran Emas" untuk Perlindungan Dini

Menteri Karding menyoroti pentingnya perlindungan pekerja migran yang harus dimulai dari tingkat desa. Ia mendorong pemerintah desa untuk berperan aktif dengan membuat Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur deteksi dini terhadap potensi pengiriman tenaga kerja secara ilegal.

Inisiatif ini dinamakan "Desa Migran Emas", yang diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjalankan mandat Presiden Prabowo kepada Kementerian P2MI.

Presiden Prabowo menekankan dua hal utama terkait pekerja migran:

  1. Mengurangi praktik perdagangan manusia (human trafficking) dan segala bentuk kekerasan terhadap pekerja migran.
  2. Meningkatkan keterampilan dan pelatihan bagi pekerja yang akan dikirim ke luar negeri.

Baca Juga: Menkes RI dan Gubernur NTT Bahas Langkah Serius Tekan Stunting dan Tingkatkan Kesehatan Warga NTT

Peluang Besar Bagi Pekerja Migran Indonesia

Menteri Karding mengungkapkan bahwa saat ini terdapat permintaan sekitar 1,7 juta tenaga kerja dari berbagai negara. Namun, Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 297 ribu pekerja.

Hal ini menunjukkan peluang besar yang dapat dimanfaatkan jika pekerja Indonesia dipersiapkan dengan baik melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan.

“Jika kita siapkan tenaga kerja yang terampil dan siap pakai, peluang ini akan semakin terbuka lebar,” tambah Karding.

Baca Juga: Gubernur NTT Ajak Apoteker Bersinergi Membangun Kesehatan Masyarakat

Dukungan untuk NTT: Fasilitas Kesehatan dan Program Pemagangan

Menanggapi permintaan Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, Menteri Karding berkomitmen untuk menghadirkan sarana kesehatan (sarkes) khusus bagi pemeriksaan kesehatan pekerja migran dan layanan imigrasi di Larantuka, ibu kota Flores Timur.

Bupati Anton Doni juga mengundang Menteri Karding untuk hadir dalam peluncuran program pemagangan pekerja Flores Timur ke Jepang pada April 2025.

“Pak Menteri perlu melihat langsung kondisi di lapangan, termasuk budaya merantau yang begitu kental di masyarakat kami,” ujar Anton Doni.

Baca Juga: Gubernur NTT Tekankan Kolaborasi untuk Penanggulangan HIV/AIDS

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X