NTTHits.com, Kupang - Reses II Anggota DPRD Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Mokrianus Lay, menampung sejumlah aspirasi warga RT/RW 13/04 dan sekitarnya di kelurahan Nefonaek yang mengeluhkan soal sampah, ketersediaan air bersih, infrastruktur hingga pemerataan bantuan bagi UMKM.
" Keluhan warga paling banyak soal sampah, air bersih, infrastruktur hingga bantuan bagi UMKM,"Kata Anggota DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay, Rabu, 5 Februari 2025.
Baca Juga: Harga Gas LPG 3 Kg Melonjak! Menteri ESDM Bahlil Sidak dan Ancam Cabut Izin Pengecer Nakal
Menurut dia, khusus di dapil Nefonaek, dirinya berupaya membantu untuk beberapa hal yang menjadi keluhan warga seperti soal sampah, dirinya akan mengupayakan menyediakan beberapa kereta pengangkut sampah dengan menggunakan uang pribadi agar mempermudah warga mengumpulkan, memilah dan memisahkan sampah yang bernilai ekonomi melalui bank sampah yang telah ada di beberapa RT.
Demikian juga dengan persoalan ketersediaan air bersih, solusi untuk memenuhi kebutuhan warga yang membeli air dengan harga terlampau mahal, dirinya telah menyediakan satu unit mobil tangki air, yang nantinya layanan air bersih akan dijual dengan harga nominal terendah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: AHY Soroti Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi: 8 Tewas, Rem Blong Jadi Penyebab?
Soal bantuan UMKM, DPRD akan berkoordinasi dengan dinas terkait soal penerima bantuan khusus UMKM, sedangkan infrastruktur, akan ada perbaikan jalan gang yang rusak, ketersediaan lampu jalan dalam gang yang dikoordinasikan bersama dengan Dinas PUPR Kota Kupang.
"Untuk kereta pengangkut sampah bisa di bantu secara pribadi, air bersih juga begitu, sementara disiapkan mobil tangki air, kalau infrastuktur karena kebetulan saya di komisi III, akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR,"tambah Mokrianus.
Baca Juga: Sebelum Lepaskan Tembakan, Malaysia Klaim APMM Sudah Beri Peringatan, Korban WNI Bantah!
Ketua RW 04, Nikson Tisera, menjelaskan, persoalan sampah, air bersih masih menjadi soal yang paling banyak di keluhkan warga, selain itu sistem keamanan lingkungan juga harus menjadi perhatian, karena sebagai kelurahan di perkotaan, perlu juga diantisipasi mobilisasi keluar masuk warga di kelurahan tersebut.
"Ini kan kelurahan perkotaan, minimal sistem keamanan lingkungan juga perlu karena kerap orang dari mana saja bisa masuk, sehingga perlu dipikirkan juga, ini hanya menjadi permintaan,"jelas Nikson.
Reses DPRD menjadi masa jeda sidang, yang digunakan untuk melakukan serap aspirasi sekaligus, menyampaikan informasi- informasi program pemerintah Kota Kupang secara luas pada masyarakat. (*)