Masa Tenang, Bawaslu Kota Kupang Dalami Dugaan Politik Uang Paslon Nomor Urut 5

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Senin, 25 November 2024 | 16:11 WIB
Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Nange
Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Nange

NTTHits.com, Kupang - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu ) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah mendalami dugaan pelanggaran politik uang (Money Politics) dari salah satu pasangan calon (Paslon) nomor urut 5 Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Christian Widodo dan Serena Francis (CSan).

"Pagi ini, sempat beredar di grup-grup whatsapp, yang ada kartu tim CSan dengan narasi uang muka Rp.50, baru Rp.100 " kata Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Nange, Senin, 25 November 2024.

Baca Juga: Dukung Pikiran Roni Bunga Terkait Potensi Alam, Mantan Bupati TTU Anton Amaunut : Kita Perlu Pemimpin Yang Punya Jaringan Untuk Dikelola Dengan Baik

Ia menjelaskan, di masa minggu tenang, Bawaslu Kota Kupang sedang melakukan pengawasan dengan memantau, salah satunya dugaan pelanggaran politik uang, dan hari ini, sejak pagi Bawaslu menemukan beredar di grup - grup Whatsapp (WA) terdapat kartu salah satu paslon paket CSan dengan narasi yang diikut dengan uang muka sebesar Rp.50ribu dan nantinya ada uang sebesar Rp.100ribu.

Menurut dia, informasi awal yang didapati dalam grup-grup WA yang disebarkan sebuah kartu dengan foto, nama dan no handphone dengan dalil identitas saksi, namun ada narasi uang sehingga erlu penelusuran lebih mendalam.

"Ini yang sementara kita lakukan penelusuran, berkembang di grup - grup, bahkan kita juga dikirimin juga untuk meminta, sehingga kita lakukan penelusuran untuk apa atau kepentingan apa kartu itu,"tandas Yunior.

Baca Juga: Dari Desa ke Kancah Nasional, Perjuangan Kacang Nepo Menjadi Camilan Khas yang Mendunia

Dihubungi terpisah melalui aplikasi WA, Paket CSan, Christian Widodo, menjawab chatingan dengan menuliskan "mana statment Bawaslu yang bilang begitu? jangan kita karang karang pake nama Bawaslu, nanti saya teruskan ke Bawaslu, saya tidak lihat statment Bawaslu begitu, hati - hati mengatasnamakan Bawaslu,"

Saat wartawan membalas chat dengan melampirkan foto Ketua Bawaslu dan menjelaskan bahwa wartawan sedang melakukan konfirmasi terkait pernyataan tersebut, Paket CSan membalas, ini foto, mana rekamannya yang bilang ada money Politic, buktinya mana? kalau hanya ucap "Bawaslu bilang" tidak bisa jadi bukti, kalau ada bukti baru saya jawab"

Mana rekamannya? money pilitik seperti apa? karena menuduh tanpa bukti bahaya, bisa kita proses hukum. ibu harus bicara pake bukti dan fakta, kalo Bawaslu bilang begitu saya mau lihat mana statmentnya mana, yang ibu kirim foto bukan wawancara, WA kita ini saya simpan sebagai bukti, ibu tidak bisa mengirimkan isi wawancara dengan Bawaslu, yang ibu kirim foto,"(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X