NTTHits com, Kefamenanu - DJ-RB singkatan untuk pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara, David Juandi dan Ronivon Natalino Bunga.
Pasangan calon dengan visinya untuk Timor Tengah Utara Sejahtera mengusung tagline ‘JUANG’.
Paslon ini berikhtiar dan merintis aplikasi Lapor ‘Unu’. Singkat kata apapun persoalannya lapor Unu saja. Unu bagaikan Oase di tengah kegersangan alam Timor Tengah Utara. Paslon ini menyejukkan dengan suatu rencana akan menampilkan aplikasi digital yang bakal diluncurkan demi pengawalan percepatan pembangunan di TTU. Partisipasi masyarakat sangat penting dan harus didengar.
Baca Juga: PDIP TTU Gelar Rakercabsus. Karolus Sonbay : Mari Kita Menangkan Paslon DJ - RB Kebanggaan Kita
Pernyataan diatas sebagai salah satu pesan bernada persuasif untuk menggaet simpatisan tetapi lebih dari itu adalah suatu inovasi digital dalam pelayanan yang humanis ditengah krisis keteladanan dan kehidupan saat ini. Aplikasi digital ini sejatinya menggugah seluruh rakyat TTU. Apakah kita harus terus hidup dan terkungkung dalam singkatan Timor Tengah Utara sebagai Tup Terus Unu.? Tentu tidak harus demikian.
Rakyat mesti menjalankan kontrol terhadap calon pemimpin dan kelak kinerja seorang pemimpinnya. Rakyat sebelum dan setelah Pilkada adalah rakyat yang kritis terhadap proses dan penyelenggaraan kekuasaan seorang kepala daerah. Rakyat setelah Pilkada adalah rakyat yang mesti mengetahui apa yang akan dilakukan oleh pemimpinnya. Kira-kira demikian inti sari postingan Micky Demitrian dalam WhatsApp Grup (WAG) Keluarga Besar Insana. Apa yang dirancang dan disentil oleh Micky Demitrian tentu tidak salah. Rakyat mestinya tidak hanya tahu memilih, tetapi juga dan terutama bisa mengetahui dan mengawasi kinerja pemimpinnya sebelum dan setelah pemilihan.
Hal ini penting selain untuk mengingatkan seorang pemimpin tentang apa yang pernah dijanjikannya saat kampanye tetapi juga terutama agar pemimpin tidak bertindak sesuka hati dalam kepemimpinannya. Seorang pemimpin mesti dikontrol agar tidak jatuh dalam tindakan penyelewengan kekuasaan. Lewat aplikasi lapor Unu, penyelenggaraan sebuah kekuasaan di dalamnya sangat jelas dan pasti bahwa rakyat terlibat melaporkan, mengawasi (memantau) terdapat suatu sistem terbuka dan transparan, dengannya rakyat memiliki peluang untuk menjalankan fungsi kontrol dengan baik.
Sebuah penyelenggaraan kekuasaan yang demokratis tidak hanya berhenti saat pemilihan yang demokratis. Ini mestinya dilanjutkan dalam menciptakan sebuah mekanisme pengawasan yang juga mesti demokratis.
Hal ini sangat urgen dalam sebuah penyelenggaraan kekuasaan sebab kekuasaan yang diterima seorang pemimpin, setelah menang dalam Pilkada menyediakan sejumlah jebakan yang sangat berbahaya jika tidak diwaspadai dengan sungguh-sungguh.
Lord Acton telah mengingatkan kita jauh sebelumnya akan bahaya ini. Apa saja bisa dilakukannya yang jika tidak ada pengendalian akan berdampak buruk bagi banyak orang. Ungkapannya yang terkenal; power tends to corruct, absolute power tends to corrupt absolutely. Pengenalan dan kesadaran akan bahaya kesewenangan yang inheren dalam sebuah sistem kekuasaan yang dimiliki mendorong kita untuk membentuk suatu mekanisme kontrol yang baik dalam sebuah kekuasaan.
Konstruksi dan Dekonstruksi Unu dalam Budaya Dawan-TTU
Penggalan kata Un Unu; yang terdahulu (purbakala), waktu awal. Ahunut; yang mengawali (mendahului), membuka tabir.
Dalam relasi dan pemahaman kekerabatan saudari-saudara (bae feto dan bae mone) dibahasakan dalam penggalan kata singkat dan sarat makna. Kata Unu; sebagai yang sulung, yang utama dan terutama. Pada bagian tertentu bisa dimengerti sebagai primus inter pares (yang utama dan terunggul dari yang ada). Utama atau unggul karena status yang diusahakan (achieved status) tetapi terlebih status yang digariskan (aschribed status). Kapasitas inilah yang membuat Unu dalam keseharian hidup secara inheren sedikit berbeda dengan yang lain dalam relasi kekerabatan. Bahkan untuk urusan pengambilan kebijakan atau keputusan domaian Unu lebih besar dan menentukan.
Dalam kaitan dengan perhelatan Pilkada TTU 2024 ini pasangan Unu David Juandi dan Unu Roni Bunga hemat saya melakukan suatu langkah spektakuler. Pasangan calon ini mau “jalan, sambil berjalan” bersama seluruh masyarakat Timor Tengah Utara.
Paslon ini memahami Unu dalam pemaknaan dan praksis orang Dawan -TTU. Unu yang selalu melibatkan diri dalam seluruh pergumulan hidup warganya entah itu dalam suka maupun duka. Calon pemimpin yang tahu beradat dan berbudaya.Lapor kepada Unu, memang sangat imperatif tetapi menggugah, pasti semua akan diselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya. Selorong dengan konsep ini menyitir salah seorang filosof modern, Jacques Derrida yang menelurkan pikirannya yang diselaraskan dengan konsep Unu bahwa bukan hanya dipahami sebagai Unu dalam kekerabatan. Lebih dari itu, melalui dekonstruksi, kita menemukan makna Unu bukan hanya sekedar menghadirkan kembali makna dan sebutan yang asli tetapi Unu yang bermakna baru.