Jaga Budaya, Dispendik Kupang Gelar Lomba Tutur Adat Berbahasa Asing

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Senin, 19 Desember 2022 | 18:49 WIB
Penjabat Walikota Kupang bersama siswa saat lomba tutur adat bahasa asing. (Lidya)
Penjabat Walikota Kupang bersama siswa saat lomba tutur adat bahasa asing. (Lidya)

NTTHits.com, Kupang - Memperkenalkan, melestarikan budaya, sekaligus meningkatkan kemampuan dan keterampilan berbahasa Inggris, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan lomba Tutur Adat berbahasa Inggris bagi para pelajar dari berbagai tingkatan pendidikan.

 

“Lomba tutur adat dalam bahasa Inggris ini, merupakan yang pertama di Indonesi, saya berharap bukan hanya tutur adat, tapi juga lagu-lagu daerah asli NTT dimodifikasi, dinyanyikan dalam bahasa Inggris tentunya dengan tetap mempertahankan ciri khas musik NTT,” kata Pj. Wali kota Kupang, George Hadjoh, Senin, 19 Desember 2022.

Baca Juga: Semarak Nataru, Kota Kupang Gelar Festival Pohon Natal

Kekayaan budaya yang beraneka ragam di NTT, menurut dia, dapat menjadi daya tarik wisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor pariwisata di NTT menjadi prime mover atau  pemicu utama perkembangan sektor-sektor ekonomi yang lain.

 

“Kota Kupang sebagai kota yang sebagian besar usahanya bergerak di sektor jasa diyakini bisa mendukung upaya tersebut. Kemampuan berbahasa Inggris tentu menjadi kebutuhan saat ini,” tambah George.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik) Kota Kupang, Dumuliahi Djami mengatakan tujuan diadakan lomba Tutur Adat dalam Bahasa Inggris bagi para pelajar  Sekolah Dasar (SD/MI) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP/MTs) Negeri maupun Inpres dan swasta, serta siswa-siswi perwakilan Klub Belajar Siswa SD dan SMP se-Kota Kupang ,selain meningkatkan kemampuan dan keterampilan berbahasa Inggris namun sekaligus  upaya memperkenalkan dan menjaga budaya NTT.

Baca Juga: Satgas Saber Pungli Pusat Tinjau Pelayanan Publik di Kupang  

“Ajang ini, selain meningkatkan kemampuan dan keterampilan berbahasa Inggris namun sekaligus  upaya memperkenalkan dan menjaga budaya NTT,” kata Dumuliahi.

 

Jumlah peserta lomba Tutur Adat dalam Bahasa Inggris, untuk jenjang SD sebanyak 29 tim dan jenjang SMP sebanyak 20 tim.  Selain itu, diikuti oleh klub belajar antara lain, Klub Bahasa Inggris, adapula klub belajar  mata pelajaran dan keterampilan lainnya, seperti Klub IPA, Matematika, Paduan Suara dan Klub Olahraga dengan berbagai jenis cabang olahraga, baik untuk jenjang SD maupun SMP. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Rekomendasi

Terkini

X