Gagal Gelar Piala Dunia U-20, Indonesia Rugi Rp3,5 Triliun Lebih

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Kamis, 6 April 2023 | 18:27 WIB
Piala Dunia U20
Piala Dunia U20

NTTHits.com, Jakarta - Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menyampaikan kegagalan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 memiliki implikasi negatif dalam sektor ekonomi Indonesia.

Rizal mengatakan Indonesia harus menerima dampak langsung dan tidak langsung akibat pembatalan Piala Dunia U-20.

Rizal mengatakan Piala Dunia U-20 sejatinya akan memberikan dampak positif terhadap PDB nasional, inflasi, hingga rasio investasi terhadap PDB. Rizal menyebut dampak Piala Dunia U-20 terhadap kinerja indikator ekonomi makro bernilai baik yakni GDP riil, inflsi, invetasi, GNE riil, dan konsumsi rumah tangga.

Baca Juga: Bulog NTT Gelontorkan Cadangan Pangan Pemerintah Bagi 584.637 Keluarga Penerima Manfaat

"Untuk dampak (pembatalan) terhadap ekonomi kira kira Rp3,5 triliun. Itu belum kita hitung dampak langsungnya," ujar Rizal dalam diskusi publik Indef bertajuk "Piala Dunia U-20: Tuan Rumah Batal Potensi Ekonomi Buyar" di Jakarta, Kamis, 6 April 2023.

Rizal menyampaikan dampak langsung pembatalan Piala Dunia U-20 terdiri atas tiga kategori, meliputi infrastruktur berupa investasi di berbagai sektor dan pengeluaran pemerintah untuk revitalisasi stadion; operasional penyelenggaraan; serta pengeluaran pengunjung seperti wisman, wisnus, dan UMKM.

Dalam laporannya, Rizal mengungkapkan kerugian yang harus diterima secara langsung sebagai akibat dari kegagalan menyelenggarakan Piala Dunia U-20.

Baca Juga: 17.766 Warga Miskin Kota Kupang Terima Bantuan Cadangan Beras Pemerintah

Rizal memerinci kerugian dari sektor wisman sebesar Rp120 miliar, dari wisnus sebesar Rp56 miliar, dari sisi penyelenggaraan sebesar Rp600 miliar, lalu kerugian Rp175 miliar pada infrastruktur, dan UMKM yang mencapai Rp500 miliar.

"Piala Dunia memberikan nilai ekonomi yang sangat siginifikan karena ini event internasional yang berikan efek berganda. Kita harap ke depan dapat menjaga event internasional yang akan berdampak bagi ekonomi, terutama mendorong sektor pariwisata, industri kreatif, dan UMKM," kata Rizal.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X