NTTHits.com, Jakarta — Keputusan PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membatalkan pelaksanaan Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025 di Kabupaten Ende terus menuai beragam tanggapan.
Salah satu respons datang dari Yudas Tadeus Guta, tokoh muda asal Kabupaten Ende yang kini menetap dan berkarier di Jakarta. Menurut Yudas, keputusan PSSI NTT tersebut cukup rasional dan bisa dipahami.
“Setidaknya ada tiga alasan utama pembatalan ETMC di Ende yang saya peroleh dari informasi yang beredar, yakni efisiensi anggaran, dukungan mayoritas klub agar turnamen tetap digelar di Kupang, dan ketegangan dinamika sosial-politik lokal di Ende,” ujar Yudas saat dihubungi media, Jumat (25/7/2025) malam.
Ia menilai, ketiga alasan tersebut sangat logis, terutama soal dinamika sosial-politik yang sedang memanas di Kabupaten Ende.
“Kalau kita lihat di berbagai platform media sosial, baik Facebook maupun WhatsApp Group, situasi sosial politik di Ende akhir-akhir ini memang tidak kondusif. Sementara waktu pelaksanaan turnamen tinggal sekitar dua bulan lagi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yudas mempertanyakan kesiapan Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Ende terkait penganggaran untuk turnamen tersebut.
Baca Juga: Liga 4 ETMC Cup 2025 Kembali Digelar di Kota Kupang, Malaka Jadi Tuan Rumah 2026
“Pertanyaannya, apakah Pemda sudah mengalokasikan anggaran? Apakah DPRD menyetujuinya? Jangan sampai hal ini juga jadi pertimbangan utama PSSI NTT dalam mengambil keputusan,” tegasnya.
Menurut Yudas, PSSI NTT tentu tidak ingin mengambil risiko besar apabila situasi daerah penyelenggara belum sepenuhnya stabil dan mendukung.
“PSSI NTT pasti juga mempertimbangkan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran turnamen. Jadi menurut saya, keputusan membatalkan ETMC 2025 di Ende itu cukup bijak,” pungkas Yudas.
Baca Juga: Gubernur NTT Terima Audiensi Asprov PSSI, Minta ETMC Tetap Digelar di Ende
Sebelumnya, Sekretaris PSSI NTT, Abdul Muis menegaskan PSSI NTT sudah putuskan bahwa penyelenggaraan Liga 4 ETMC pada Oktober 2025 akan kembali di gelar di Kota Kupang.
Awalnya PSSI NTT sudah tetapkan Ende sebagai tuan rumah, namun karena alasan efisiensi anggaran, masukan dari sejumlah club, serta kondisi politik di Ende yang kurang kondusif, sehingga diputuskan kembali di gelar di Kota Kupang.***