Sayangnya, hasil buruk di Piala AFF 2024 memaksa Indonesia turun kembali ke peringkat 127, posisi terakhir STY sebelum ia resmi meninggalkan kursi pelatih.
Baca Juga: Dibela Korsel hingga Disindir Malaysia, Riuh Media Asing soal Pemecatan Shin Tae-yong oleh PSSI
Mimpi Erick Thohir: Garuda di 100 Besar FIFA
Ketua Umum PSSI Erick Thohir pernah menyuarakan ambisi besar membawa Timnas Indonesia masuk 100 besar ranking FIFA. Dalam unggahan Instagram-nya pada November 2024, Erick menyebut kenaikan Indonesia ke peringkat 125 sebagai awal yang menjanjikan.
“Alhamdulillah, ranking FIFA Indonesia terus naik. Kita akan terus dorong Indonesia bisa masuk 100 besar. Bismillah, Garuda Mendunia!” tulis Erick.
Baca Juga: Askab PSSI Belu Akan Gelar Turnamen U-22 Persiapan Eltari Cup di Manggarai Barat
Namun, harapan besar ini kini menjadi tanggung jawab pelatih baru. Erick sendiri memastikan pelatih anyar itu dipilih melalui seleksi ketat selama kunjungannya ke Eropa pada Desember 2024.
“Beberapa nama besar sudah kami pertimbangkan. Mereka yang kami pilih tentu ingin mencetak legacy di sepak bola Indonesia dan membawa kita ke Piala Dunia 2026,” ujar Erick.
Mampukah Pelatih Baru Melampaui Warisan STY?
STY meninggalkan jejak tak tergantikan: ia tidak hanya mengubah ranking FIFA, tetapi juga membangun mentalitas juara dalam skuad Garuda. Tantangan bagi pelatih baru adalah melanjutkan momentum ini sembari memenuhi ekspektasi tinggi dari PSSI dan publik Indonesia.
Apakah pelatih baru akan membawa Garuda meroket ke 100 besar, atau justru kembali terbenam seperti masa lalu? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang pasti, perjalanan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 akan penuh lika-liku, dan pelatih baru harus siap menghadapi sorotan.***