NTTHits.com, Kupang - Penyebaran virus Demam Afrika atau atau African Swine Fever (ASF), pada hewan ternak babi yang mengakibatkan mati mendadak, di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menimbulkan kekhawatiran untuk mengkonsumsi daging babi yang di jual pedagang di pingir- pinggir jalan.
"Sebaiknya jangan dulu, dan hindari beli yang dijual di pinggir jalan, karena kita tidak tau daging yang dijual bebas virus atau sakit akibat ASF," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Kupang, Obed Kadji, Kamis, 26 Januari 2023.
Baca Juga: Virus ASF Akibatkan Puluhan Ekor Babi Mati di Lima Kelurahan Kota Kupang
Menurut dia, merebaknya virus tersebut, banyak daging babi yang dijual murah dan tidak mengantongi ijin, terutama di area pingir- pingir jalan. Daging babi yang di jual ,selayaknya telah mengantongi ijin resmi dari dinas dan pemotongan di lakukan di Rumah Potong Hewan (RPH).
Hewan ternak yang dinyatakan sehat dan telah melewati proses pemeriksaan, yang diijinkan untuk di jual atau diberikan cap bebas penyakit.
"Kalo memang ingin membeli, sebaiknya di pasar -pasar dan ada cap-nya, karena dilakukan pemotongah di RPH,"tambah Obed.
Baca Juga: 252 Babi di NTT Mati Terserang Virus ASF
Daging babi yang dinyatakan layak konsumsi dan dilakukan pemotongan di RPH, dapat dibeli di tiga lokasi pasar tradisional di Kota Kupang, yakni pasar Oebobo, pasar Oeba dan pasar Inpres. (*)