NTTHits.com, Kupang - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menargetkan penurunan kasus stunting dan gizi buruk pada bayi dan Bawah Lima Tahun (Balita) dari 19,03 persen menjadi 10 persen di tahun 2024 mendatang.
"Mengenai stunting, target yang ingin dicapai pada tahun 2024, adalah menjadi 10 persen di mana kondisi saat ini, berada pada 19 persen jumlah bayi yang mengalami stunting,"kata Pj Wali Kota Kupang, George Hadjoh, saat buka Musrembang RKPD, Minggu, 26 Maret 2023.
Baca Juga: Kota Kupang dan Empat Kabupaten di NTT Jadi Target Percepat Pengalihan Jaringan 4G
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, Retnowati mengatakan, kota Kupang mengalami penurunan kasus stunting sebesar 2,5 persen dari 21,5 ppersen menjadi 19,03 persen, sesuai dalam data aplikasi e-PPGBM atau aplikasi pemenuhan informasi dan intervensi status gizi, yang merekap hasil timbang di 51 kelurahan dalam program operasi timbang selama bulan Pebruari, dengan target sasaran 23 ribu bayi dan balita.
"Kota Kupang mengalami penurunan kasus stunting, turun 2,5 persen dan berada di posisi 19,03 persen,"kata Retnowati.
Baca Juga: Kasus Anak Stunting di Kota Kupang Turun 2,5 Persen
Total bayi dan balita di Kota Kupang yang mengalami stunting dan gizi buruk tercatat sebanyak 4.543 atau pada posisi 19,03persen. Jumlah tersebut mengalami penurunan jumlah kasus dari sebelumnya sebanyak 5.497 atau berada di angka 21,5 persen
Adapun upaya - upaya yang telah dilakukan Pemkot Kupang yakni, melalui pemberian makanan tambahan dengan melibatkan orang tua asuh, kerja kolaborasi (Pentahelix), penanganan rujukan ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita melalui aplikasi Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute).
Baca Juga: Kapolda NTT Jadi Orangtua Asuh Anak Stunting Yang Tinggal di Pinggiran Kota Kupang
Mengalakkan program pertanian vertikal dengan mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk menanam tanaman sumber pangan bergizi, dan memberikan pelatihan pola asuh (kelas parenting) untuk para orang tua. (*)