NTTHits.com, Kupang - Penjabat (Pj) Wali Kota, George Hadjoh, mengatakan, khusus gereja-gereja yang ada di wilayah pelayanan Klasis kota Kupang Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), agar tiap program yang akan diprogramkan dan setiap rumusan yang diputuskan, harus benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Gereja sebagai mitra pemerintah harus bersinergi merumuskan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan jemaat dan masyarakat Kota Kupang," kata Pj. Wali Kota Kupang, George Hadjoh saat membuka persidangan Majelis Klasis Kota Kupang ke XIII, Kamis, 9 Pebruuari 2023.
Baca Juga: Berada di Peringkat 3 Nasional, Pemerintah Ajak Gereja Atasi Kemiskiman di NTT
Menurut dia, sebagai mitra, pemerintah dan gereja harus bekerja sama untuk saling menopang, tidak kerja sendiri-sendiri, karena hanya dengan bekerja bersama dan kerja kolaborasi maka pemerintah dan gereja dapat mengatasi setiap persoalan yang ada.
Ketua Panitia Sidang Klasis Kota Kupang, Imanuel Lodja, mengatakan, Hari ini merupakan hari terakhir masa persidangan Majelis Klasis Kota Kupang tahun 2023, telah dilaksanakan selama tiga hari terhitung sejak tanggal 7 Pebruari 2023.
Masa Sidang Majelis Klasis Kota Kupang ke XIII tahun 2023, di hadiri 97 pendeta dari 49 mata jemaat yang ada di wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Kupang Wajibkan Siswa Makan Kelor
Selain itu, ada keunikan tersendiri selama masa sidang tersebut yakni, keterlibatan sejumlah organisasi keagamaan seperti, Remaja Masjid Baiturrahman , Orang Muda Katolik (OMK) dan Karang Taruna, ikut terlibat dan berpartisipasi sebagai bentuk menjaga dan membangun toleransi antar umat beragama.
"Salah satu upaya untuk memjaga toleransi, maka panitia juga membangun relasi dengan Remaja Masjid Baiturrahman Kelapa Lima , OMK dan Karang Taruna untuk ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini,"tutup Imanuel Lodja.