humaniora

Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup Jalan di Lokasi Longsor Takari

Jumat, 24 Februari 2023 | 06:51 WIB
Kapolda NTT saat meninjau lokasi longsor di Takari (dok.humas Polda)

NTTHits.com, Kupang - Aparat Kepolisian daerah (Polda) NTT menerapkan sistem buka tutup jalan di lokasi Kilometer (Km) 72, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang guna memperlancar arus transporasi Trans Timor.

"Jadi kami berharap kepada masyarakat untuk selalu bersabar dalam menghadapi buka tutup jalan ini," pinta Kapolda NTT Irjen Johni Asadoma saat meninjau lokasi longsor, Kamis, 23 Februari 2023.

Menurut dia, berdasarkan analisa dari rekan-rekan Balai Jalan dan UPL untuk kelancaran transportasi kendaraan, maka akan dibuat jalan alternatif, karena untuk membersihkan jalan Trans Timor butuh waktu lama dan juga jejak jalannya sendiri sudah hancur sehingga sangat menyulitkan, maka dibuatkan jalan alternatif baru untuk sementara waktu.

Baca Juga: Akhirnya, Pemkot Kupang Putuskan Rekrut Kembali PTT Yang Dirumahkan

"Untuk membuat jalan Trans Timor kembali normal tentunya sangat membutuhkan waktu yang panjang, butuh penelitian lagi sehingga bisa berjalan seperti semula," ujarnya.

Karena itu, lanjut dia, dibuat sistem buka tutup jalan, dimana dari arah kupang menuju arah TTS, TTU dan Belu akan dipersilahkan 10 kendaraan, kemudian di mtutup dan dipersilahkan 10 kendaraan lagi dari arah berlawanan yang menuju Kupang.

"Karena itu, kami memberikan sistem jalannya tutup buka. Sehingga transportasi bisa tetap jalan, tetapi membutuhkan kesabaran masyarakat. Karena ini bisa menunggu berjam-jam, apalagi cuaca hujan seperti ini, berlumpur dan berair tentunya ini akan menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat," katanya.

Baca Juga: RUPS LB Bank NTT, Amos: Sudah Ada Pemegang Saham yang Tanggapi Positif

Polda  NTT telah membentuk dua pos jaga yang dijaga oleh ratusan Personel gabungan terdiri dari personel Polda NTT, Polres Kupang, Polresta Kupang Kota dan Polres TTS yang sudah berjaga di lokasi longsoran guna memberikan bantuan kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban arus lalu lintas yang melintasi jalan darurat diatas longsoran tersebut.

"Ada 120 personel yang di standby disini dalam melaksanakan kegiatan disini yaitu penganturan lalulintas dan juga menjaga kemanan. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi sulit ini untuk kepentingan pribadi dan sebagainya. Polisi yang bertugas disini 1x24 jam," tegasnya.

Diketahui Bencana tanah longsor yang memutus jalan Trans Timor ini terjadi sekira pukul 20.00 Wita pada Jumat, 17 Februari 2023 lalu, dan berlangsung hingga Sabtu m, 18 Februari 2023 dinihari sekitar pukul 02.00 Wita.

Baca Juga: Kasus Ketum Araksi NTT.  Kajari TTU : Ada Temuan Aliran Uang Miliaran Rupiah ke Rekening Alfred Baun

Akibat longsoran ini, arus transportasi dari Kota Kupang ke arah timur, yakni ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, bahkan ke negara Timor Leste lumpuh total.***

Tags

Terkini