humaniora

Lokakarya Penguatan Psikologis Pekerja Kemanusiaan dalam Isu TPPO dan TPKS di NTT: Merawat Diri, Menguatkan Sesama

Rabu, 5 Maret 2025 | 09:28 WIB
Ilustrasi human traficking. (Dok.harnas)

NTTHits.com, Kupang– Dalam upaya memperkuat mental dan psikologis para Pekerja Kemanusiaan yang bergerak di garis depan menangani Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), Institut DIAN/Interfidei bersama Zero Human Trafficking Network menggelar Lokakarya Penguatan Psikologis di Susteran SpSS, Kupang, 5-7 Maret 2025.

Dengan mengusung tema "Mendampingi, Merawat, dan Menguatkan", lokakarya ini bertujuan untuk memberikan dukungan psikososial kepada para pekerja yang setiap hari bergelut dengan penderitaan korban TPPO dan TPKS.

Sebanyak 30 peserta dari berbagai wilayah di NTT yang menjadi daerah rawan kasus TPPO dan TPKS hadir untuk mengikuti serangkaian sesi yang membahas strategi mengelola emosi, mengatasi trauma sekunder, serta memperkuat solidaritas antar pekerja kemanusiaan.

Baca Juga: Polda NTT Berhasil Selamatkan Korban TPPO Asal NTT di Jawa Barat

Pekerja Kemanusiaan: Pilar Utama Perjuangan, Tapi Rentan Terluka

Masalah TPPO dan TPKS di NTT masih menjadi isu serius yang menuntut kehadiran para pekerja kemanusiaan yang berani, berdedikasi, dan penuh kasih. Namun, pekerjaan ini sering kali memberikan dampak psikologis yang berat, mulai dari stres, kelelahan emosional, hingga trauma sekunder akibat terus-menerus menyaksikan penderitaan korban.

"Pekerja kemanusiaan tidak hanya butuh keterampilan teknis, tetapi juga ketahanan mental yang kuat. Banyak dari mereka mengalami kelelahan emosional, merasa putus asa, dan bahkan kehilangan kepercayaan terhadap keadilan karena kerap berhadapan dengan pihak yang tidak peduli atau menyalahgunakan kekuasaan," ujar penggagas kegiatan, Pdt Elga Sarapung.

Selain itu, tekanan dalam pekerjaan, perbedaan pandangan dengan rekan kerja, serta keterbatasan sumber daya di lembaga tempat mereka bekerja sering kali membuat para pekerja kemanusiaan merasa tidak dihargai dan kelelahan mental. Dalam beberapa kasus, bahkan ada ancaman terhadap keselamatan mereka karena memperjuangkan hak-hak korban.

Baca Juga: Kapolda NTT Dinilai Bohongi Komisi III DPR RI dan Masyarakat NTT. Pelaku TPPO Tidak Ditindak Tegas, Korban Diintimidasi Anggota Rubah Keterangan

Merawat yang Merawat: Fokus Lokakarya

Lokakarya ini menjadi momen refleksi bagi para peserta untuk menyadari bahwa merawat diri sendiri sama pentingnya dengan merawat orang lain.

Modul pelatihan yang diberikan mencakup:
Mengenali dan Mengelola Emosi: Bagaimana mengatasi perasaan negatif seperti sedih, marah, takut, dan merasa bersalah.
Trauma Sekunder dan Cara Pemulihannya: Mengenali dampak psikologis yang dialami pekerja kemanusiaan akibat mendampingi korban.
Strategi Penguatan Diri: Teknik coping untuk tetap kuat dan berdaya dalam pekerjaan.
Mekanisme Dukungan Kelembagaan: Bagaimana lembaga dapat mendukung kesejahteraan mental para pekerjanya.
Bekerja Berjejaring: Mengatasi tantangan dalam kerja sama lintas lembaga dan membangun solidaritas pekerja kemanusiaan.

Dengan metode yang beragam seperti diskusi kelompok, berbagi pengalaman, seni ekspresi, role play, serta refleksi pribadi, para peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang diri sendiri, rekan kerja, dan konteks kerja mereka.

Baca Juga: Dua DPO Kasus TPPO dan Penganiayaan Ditangkap Tim Intelijen Kejari Ende

Harapan dan Masa Depan

Lokakarya ini bukan sekadar sesi pelatihan, tetapi juga menjadi ruang aman bagi para pekerja kemanusiaan untuk bercerita, berbagi, dan saling menguatkan.

"Dengan merawat dan menguatkan pekerja kemanusiaan, kita dapat berharap bahwa mereka akan terus menjalankan tugas mereka dengan semangat dan ketahanan mental yang lebih baik," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, hasil dari lokakarya ini akan dievaluasi dalam enam bulan ke depan, untuk melihat dampak dan manfaatnya bagi peserta. Selain itu, akan dibuat video dokumentasi agar pengalaman berharga ini bisa menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang.

Halaman:

Tags

Terkini