NTTHits.com, Jakarta – Kasus memilukan datang dari Jakarta Barat. Seorang ayah berinisial H tega meninggalkan jenazah bayi berusia lima bulan di RS Sumber Waras, Grogol Petamburan, pada akhir Desember 2024.
Kisah ini menyayat hati, terlebih ketika terungkap bahwa bayi malang tersebut menjadi korban kekerasan oleh ayahnya sendiri sebelum meninggal dunia.
Kapolsek Grogol Petamburan, Kompol Reza, mengungkap kronologi memilukan. Pada Jumat malam, 27 Desember 2024, bayi yang terus menangis memicu kemarahan sang ayah hingga melayangkan pukulan dua kali. Upaya penyelamatan di IGD RS Grogol pada dini hari keesokan harinya tidak mampu menyelamatkan nyawa bayi tersebut.
Baca Juga: PBNU Ingatkan Kehati-hatian Soal Usulan Dana Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Setelah sang bayi meninggal, kedua orang tuanya justru meninggalkan jenazah di rumah sakit dengan alasan tak mampu membayar biaya pengobatan. Kejadian ini menimbulkan gelombang kemarahan publik, terlebih ketika tersangka H tertangkap kamera tersenyum saat diamankan polisi.
"Mereka meninggalkan jenazah bayi karena alasan biaya. Namun, tindakan ini tetap melanggar hukum dan nilai kemanusiaan," ujar Kanit Reskrim Grogol Petamburan, AKP Aprino Tamara, Senin, 13 Januari 2025.
Kedua orang tua bayi kini dijerat pasal tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman berat.
Baca Juga: Razman Arif Nasution Siap Adopsi Lolly, Nikita Mirzani Tantang, “Ambil, yang Mau Ambil”
Inspirasi dari Bali: Ketulusan Seorang Pria yang Mengasuh Bayi Terlantar
Di tengah berita duka ini, kisah penuh harapan datang dari Bali. Burhan Sugiarto, pendiri Bali Baby Home, memberikan pelajaran tentang kasih sayang sejati. Yayasan yang ia kelola telah menyelamatkan puluhan bayi terlantar dan menjadi tempat perlindungan sementara sebelum mempertemukan mereka kembali dengan keluarganya.
"Kami tidak fokus pada adopsi. Bali Baby Home adalah upaya pencegahan. Kami ingin anak-anak ini tumbuh bersama keluarga mereka," ujar Burhan dalam wawancara dengan CNA, 24 Desember 2024.
Burhan bercerita bahwa ia dan timnya kerap menemukan bayi dalam kondisi mengkhawatirkan, seperti di jalan raya, apartemen sewa, bahkan hutan. Mereka berjuang keras agar nyawa para bayi dapat terselamatkan.
"Kami pernah menyelamatkan bayi dari hutan dan apartemen kosong. Jika kami terlambat sedikit saja, mereka mungkin tidak akan selamat," kisah Burhan.