NTTHits.com, Kupang - Suku atau keluarga Hakka Tionghoa di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengelar ritual Mandi Peh Cun,yakni mandi tengah hari yang menjadi tradisi orang Tionghoa yang sudah ada ratusan tahun.
"Sebagai Pemerintah, kami mengapresiasi upaya Hakka NTT, untuk mengangkat kembali kebudayaan asli Tionghoa yang sudah ada sejak ratusan tahun,"kata Pj.Wa li Kota Kupang, George Hadjoh, Senin, 26 Juni 2023.
Baca Juga: ICRAF- KLHK Rekomendasi KLHS Revisi RTRW NTT Tahun 2023-2043
Ritual Mandi Peh Cun yang diinisiasi oleh Hakka NTT, menurut dia, sebagai tradisi dan budaya Tionghoa perlu dilestarikan, karena hal tersebut diyakni dapat mempersatukan seluruh warga turunan Tionghoa yang ada di Kota Kupang.
Ketua Hakka NTT, Yano Laemonta, mengatakan ritual Mandi Peh Cun merupakan tradisi orang Tionghoa yang sudah ada ratusan tahun, untuk mengenang seorang Menteri bernama Qu Yuan yang sangat setia pada bangsa dan negaranya.
Baca Juga: Calon Kades Kalingara Menang Gugatan ke Pemda SBD
Tradisi mandi Peh Cun ini, menurutnya, selalu diselenggarakan pada tanggal 5 bulan 5 pada kalender Cina. Dalam perayaan ini keluarga Tionghoa menyuguhkan Bakcang, yakni makanan khas Tiongkok yang terbuat dari beras atau beras ketan dan diisi dengan ayam, jamur, telur atau tahu.
"Ritual tradisi ini untuk menjalin kembali hubungan semua keluarga Hakka, juga untuk melestarikan budaya asli Tionghoa,"kata Yano.
Baca Juga: PT NRI Kirim 36 Ton Garam Nataga Penuhi Kebutuhan Garam di NTT
Keluarga Hakka dan perkumpulan etnis Tionghoa di Kota Kupang telah menjadi bagian dari warga yang memiliki kewajiban untuk melestarikan dan memperkenalkan traidis leluhur dari Tionghoa kepada generasi muda supaya tidak dilupakan, sekaligus berkolaborasi dan ikut berkontribusi dalam mengisi pembangunan yang multi etnis di Kota Kupang.