Klassis Kota Kupang Timur Dianugerahi Penghargaan Sebagai Orangtua Asuh Balita Stunting

photo author
Lidya Radja, NTT Hits
- Selasa, 4 April 2023 | 13:04 WIB
Ketua Klasis Kupang Timur Saat Terima Penghargaan
Ketua Klasis Kupang Timur Saat Terima Penghargaan

NTTHits.com, Kupang - Klasis Kota Kupang Timur meraih penghargaan dari Pemerintah Kota  (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena ikut berkontribusi secara nyata sebagai orangtua asuh bagi Bayi dan Bawah Lima Tahun (Balita) yang menderita stunting.

Klasis Kota Kupang Timur menjadi satu-satunya pihak gereja yang memberi perhatian serius dan tindak nyata keterlibatan dalam penanganan stunting diwilayah kerja gereja.

Baca Juga: Prosesi Jalan Salib, Pemuda Islam Ikut Peran Jadi Imam Besar dan Penjahat yang Disalibkan Bersama Tuhan Yesus

"Dengan penghargaan ini memicu kami untuk perhatian Gereja lebih besar, ada soal yang lebih penting dari sebatas khotbah dan firman  yang disampaikan, justru bagi kami penghargaan tertinggi itu ada dari Tuhan untuk semua hal yang baik,"kata Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt.Samuel Pandie, saat menerima penghargaan, Selasa, 4 April 2023.

Penghargaan tersebut menjadi bukti keterlibatan dan keterpanggilan gereja dalam menangani persoalan stunting, menurut dia, berdasar data yang dimiliki oleh pemerintah, penyumbang 80persen kasus stunting tertinggi justru dari gereja - gereja GMIT. Hal tersebut tentu saja menjadi ancaman bagi generasi gereja, karena soal stunting adalah persoalan kemanusiaan.

Baca Juga: Paskah di Kupang, Ribuan Pemuda GMIT Ikut Prosesi Jalan Salib

"Gereja ikut peduli dan berkontribusi, karena kita tidak dapat membiarkan pemerintah bekerja sendiri, soal stunting adalah persoalan kemanusian yang juga ancaman bagi generasi gereja,"tambah Pdt.Samuel 

Diwilayah klasis Kota Kupang Timur, tercatat sebanyak 518 bayi dan balita menderita stunting. Namun dengan keterpanggilan Gereja untuk ikut berperan serta secara berkolaborasi memerangi kasus stunting, dibuktikan dengan kerja nyata ikut menangani sekaligus menyiapkan dana untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama tiga bulan.

Baca Juga: Kapolda NTT Bagi Takjil ke Anak-Anak dan Jamaah Masjid Raya Nurussaadah

Hasil kerja pemberian PMT selama dua minggu secara intens, terlihat dari menurunnya kasus stunting pada bayi dan balita diwilayah tersebut dari total jumlah 518, tersisa 259 bayi dan balita atau mengalami penurunan sebesar 50persen.

"Saya tidak yakin stunting selesai, tapi selama ada kepedulian dan perhatian terhadap generasi maka tindakan sekecil apapun itu akan menolong mereka keluar dari soal itu,"tutup Pdt.Samuel.

Baca Juga: Jelang Idulfitri dan Paskah, Pemkot Kupang Bagikan Ratusan Paket Sembako di Enam Rumah Ibadah

Keterlibatan Gereja dalam penanganan kasus bayi dan Balita stunting merupakan keputusan persidangan majelis Klasis ke V di GMIT Efata beberapa waktu lalu, yang memutuskan untuk fokus pada bayi balita stunting dalam memberi pendampingan dan melakukan edukasi bagi keluarga -keluarga dengan bayi dan Balita stunting diwilayah kerjanya, yakni teritori I sebanyak 11 Gereja, teritori II terdapat 10 Gereja, dan teritori III sebanyak 14 Gereja. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lidya Radja

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X