BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 28 Februari 2023

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Jumat, 24 Februari 2023 | 17:42 WIB
Logo BMKG
Logo BMKG

NTTHits.com, Jakarta - BMKG memonitor perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia saat ini menunjukkan signifikansi dinamika atmosfer yang berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dalam siaran pers BMKG yang ditandatangani Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto disebutkan potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan lebih intensif dalam beberapa waktu kedepan, diantaranya aktivitas Monsoon Asia yang menguat.

Indikasi aktifnya seruakan dingin dari Asia serta adanya pusat tekanan rendah di Perairan Barat Australia dan pola sirkulasi angin yang terbentuk disekitar wilayah Indonesia yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang dapat meningkatkan aktifitas konvektif dan memaksimalkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Meriahkan HUT Korem 161 Wirasakti Kupang, Danrem Febriel Sikumbang Ikut Lomba Masak Nasi Goreng

Berdasarkan prakiraan berbasis dampak, wilayah dengan potensi siaga potensi dampak hujan lebat periode 22- 24 Februari 2023 perlu diwaspadai di sebagian wilayah; Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan kondisi tersebut, untuk periode sepekan periode 22 - 28 Februari 2023 perlu diwaspadai
Potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah; Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Baca Juga: Aniaya David, Universitas Prasetiya Mulya Keluarkan Mario Dandy

Potensi awan Awan Cumulonimbus pada 23-29 Fehruari 2023 dengan persentase cakupan spasial maksimum antara *50-75% (OCNL / Occasional)* selama 7 hari kedepan diprediksi terjadi di Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina, Samudera Pasifik Utara Pulau Papua, Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Flores, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Timor, Samudera Hindia, sebagian Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, dan Pulau Papua.

Awan Cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial *>75% (FRQ / Frequent)* selama 7 hari kedepan diprediksi terjadi di:
Laut Filipina, Teluk Carpentaria, Samudera Hindia.

Sedangkan potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia pada 23-24 Februari 2023 yaitu sebagai berikut:
Tinggi gelombang 2.5 - 4.0 m berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga NTB, Perairan Utara Kep. Anambas - Kep. Natuna, Tinggi Gelombang 4.0 - 6.0 m berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara.

Baca Juga: Solid di Tahun 2022, IOH Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital dan Industri Telekomunikasi Indonesia

BMKG merekomendasikan untuk;
1. Memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.


2. Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X