Banjir Jakarta Makin Parah, Pramono Anung: "90 Persen Air Kiriman dari Hulu!"

photo author
Yohanes Seo, NTT Hits
- Rabu, 5 Maret 2025 | 19:45 WIB
Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Instagram.com/@pramonoanungw)
Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Instagram.com/@pramonoanungw)

NTTHits.com, Jakarta – Banjir kembali melumpuhkan berbagai wilayah di DKI Jakarta, tetapi kali ini Gubernur Pramono Anung menyoroti penyebab utamanya yang bukan berasal dari curah hujan tinggi, melainkan air kiriman dari wilayah hulu.

Saat meninjau kondisi di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Pramono menegaskan bahwa hampir 90 persen genangan yang terjadi merupakan limpahan air dari daerah di luar Jakarta.

“Curah hujan di Jakarta sendiri cukup rendah, jadi penyebab utamanya bukan itu. Ini lebih karena air kiriman dari hulu,” ujarnya pada awak media.

Baca Juga: Banjir Jakarta Meluas! Ini Deretan Titik Terdalam, Ada yang Capai 5 Meter

Pemprov DKI Gerak Cepat: Modifikasi Cuaca hingga Kampung Siaga Bencana

Menghadapi situasi yang makin parah, Pemprov DKI segera mengambil langkah strategis. Salah satunya adalah meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Kita akan melakukan modifikasi cuaca untuk lima hari ke depan, melihat perkembangannya. Hari ini BNPB sudah mulai, dan paling lambat Kamis kita lanjutkan lagi,” jelas Pramono.

Selain itu, Pemprov juga berencana mengaktifkan kembali Kampung Siaga Bencana guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko banjir.

"Ini kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk membantu warga yang terdampak," tambahnya.

Baca Juga: Solusi Dedi Mulyadi untuk Warga Karawang yang Langganan Banjir: Bangun Rumah Panggung 2,5 Meter

Tak Mau Salahkan Pihak Lain, Pramono: "Ini Tanggung Jawab Kami"

Di tengah polemik banjir yang sering memicu saling tuding, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak akan menyalahkan siapa pun.

"Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Jakarta untuk mengatasinya," tegasnya.

Meski begitu, banjir kiriman yang terus terjadi menunjukkan bahwa permasalahan ini lebih kompleks dan membutuhkan koordinasi lebih luas dengan daerah hulu.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yohanes Seo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X