NTTHits.com, Kupang – Banjir rob kembali menerjang pesisir Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, merendam pemukiman warga hingga tertimbun pasir laut. Merespons situasi darurat ini, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT bergerak cepat dengan mengerahkan 24 personel Tim SAR untuk membantu warga terdampak.
Tiga Dusun Terdampak Parah, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
Wilayah paling terdampak berada di Dusun 1, 2, dan 3, di mana gelombang tinggi menghantam pesisir dan menyebabkan pasir laut serta sampah terhanyut hingga ke rumah-rumah warga.
Baca Juga: Banjir Bandang di Kabupaten Sumbawa, 1 Tewas Terseret Arus, Pencarian Dilakukan Secara Intensif
Dirpolairud Polda NTT, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa timnya bergerak cepat untuk melakukan berbagai upaya pemulihan pasca-bencana, termasuk:
✅ Membersihkan rumah warga yang tertimbun pasir laut
✅ Mengangkat sampah yang terbawa hingga ke permukiman
✅ Mendata jumlah warga terdampak dan tingkat kerusakan
✅ Menyambangi warga yang mengungsi sementara akibat banjir rob
Baca Juga: Banjir Bandang Bima, 3 Meninggal, 5 Hilang, Status Tanggap Darurat Ditetapkan
Kesulitan Warga: Minimnya Pasokan Makanan & Tenda Pengungsian
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, tetapi warga menghadapi kesulitan akibat terbatasnya pasokan makanan, air bersih, dan tenda darurat.
Sebagai langkah darurat, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mendirikan dapur umum di halaman Kantor Desa Tablolong, dengan 45 personel Tagana yang bertugas memasak dan mendistribusikan makanan bagi korban bencana.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Kabupaten Bima, 2 Orang Meninggal, 6 Hilang Masih Dicari
Fenomena Banjir Rob: Kurangnya Informasi Bencana Jadi Kendala
Banjir rob terjadi akibat fenomena pasang air laut yang disertai gelombang tinggi. Banyak warga yang tidak sempat bersiap karena minimnya informasi prakiraan cuaca, sehingga dampak bencana menjadi lebih besar.
Operasi Kemanusiaan: Sinergi Banyak Pihak
Tak hanya Ditpolairud Polda NTT, berbagai instansi turut turun tangan dalam operasi kemanusiaan ini:
✔ Lantamal VI Kupang – 1 personel
✔ Babinsa Kupang Barat – 3 personel
✔ Bhabinkamtibmas Kupang Barat – 1 personel
✔ Tagana – 45 personel
✔ Puskesmas Pembantu Tablolong – 4 personel
✔ Puskesmas Batakte – 3 personel
Baca Juga: BMKG Warning! Kenali Tanda-Tanda Banjir Bandang & Tanah Longsor Sebelum Terlambat
Ditpolairud Polda NTT Siap Terus Dampingi Warga
Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi warga pesisir dan berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk memastikan bantuan terus mengalir.
"Kami tidak hanya fokus pada pemulihan, tetapi juga ingin meningkatkan sosialisasi informasi cuaca bagi warga pesisir agar kejadian serupa bisa diantisipasi lebih baik," tegasnya.
Masyarakat diimbau tetap waspada, karena potensi banjir rob dan gelombang tinggi masih bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan.***